Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Dapur Rumah Ambrol, Penghuni di Mojokerto Terperosok

Yulianto Adi Nugroho • Selasa, 13 Mei 2025 | 15:45 WIB

BERLUBANG: Petugas BPBD Kabupaten Mojokerto memeriksa kondisi rumah warga yang ambrol tergerus sungai di Desa Mojojajar, Kecamatan Kemlagi, kemarin (12/5).
BERLUBANG: Petugas BPBD Kabupaten Mojokerto memeriksa kondisi rumah warga yang ambrol tergerus sungai di Desa Mojojajar, Kecamatan Kemlagi, kemarin (12/5).
 

Dampak Luberan Sungai Marmoyo Menggerus Lantai

 KEMLAGI – Dapur rumah warga di Desa Mojojajar, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, ambrol akibat diterjang luapan Sungai Marmoyo, Minggu (11/5) malam. Kejadian ini menyebabkan penghuni rumah terluka setelah jatuh ke sungai.

 Peristiwa yang menimpa keluarga Nyono tersebut terjadi setelah hujan deras turun sejak sore hari. Peningkatan debit air menyebabkan rumpun bambu di tepi sungai depan Balai Desa Mojojajar roboh. ”Batang bambunya menutup sungai dari utara sampai selatan (seberangnya). Adanya itu akhirnya sampah-sampah menumpuk,” kata Kades Mojojajar Saroni, kemarin (12/5).

 Sumbatan sampah menyebabkan aliran sungai yang deras melebar. Rumah Nyono yang berdiri persis di tepian sungai pun ikut tergerus. Malam itu, bagian dapur rumahnya mendadak ambrol. ”Ternyata tanah yang di bawah dapur itu sudah tidak ada, karena tergerus besarnya arus,” ucap dia.

 Nahas, saat kejadian, putri Nyono, Fitria Anjarsari, sedang berada di dapur. Akibatnya, perempuan 26 tahun itu ikut terperosok. Dia tercebur ke sungai di bawahnya saat lubang besar tiba-tiba muncul di lantai dapurnya. Insiden itu membuat warga geger. ”Sempat dipukulkan kentongan balai desa saking paniknya warga,” ungkap Saroni.

 Menurutnya, Fitria tak sampai hanyut terbawa arus. Korban berhasil ditolong warga, meski mengalami luka baret di lengan ketika terjun ke sungai. ”Berhubung arus terhalang bambu, jadi airnya muter saja, akhirnya tidak sampai hanyut,” bebernya.

 Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim menyebutkan, area dapur warga yang tergerus seluas 5x2 meter persegi. Adapun jarak lantai rumah dengan permukaan sungai setinggi kurang lebih 4 meter. ” Bangunan berlantai batu bata itu jebol akibat tergerus aliran sungai,” terangnya.

 Usai kejadian tersebut, DPUPR Kabupaten Mojokerto menerjunkan ekskavator untuk membersihkan bambu dan sampah yang menyumbat sungai. Sedangkan rumah warga sementara ini dipasangi gedek dan karung pasir untuk mencegah gerusan semakin melebar. ”Kami memberi bantuan 10 lembar gedek, 20 cerucuk bambu, dan 500 karung pasir untuk penanganan darurat,” jelasnya. (adi/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#Bangunan Ambrol #bpbd kabupaten mojokerto #sungai marmoyo #sungai meluap