- Terguling Karena Median Jalan SPN
- Area Minim Penerangan
BANGSAL - Separator beton di depan Sekolah Polisi Negara (SPN) Mojokerto, Jalan Raya Bangsal, kembali memakan korban. Jumat (25/4) pagi, truk muatan tanah terguling setelah menghantam beton pembatas jalan. Sejak tahun lalu setidaknya sudah ada enam truk yang celaka karena mengalami nasib serupa.
Kecelakaan tunggal sekitar pukul 05.00 kemarin menimpa truk bernopol S 9330 UN yang disopiri Sugianto, 56, warga Jalan Kawi, Ngoro, Jombang. Saat melaju dari arah barat sekira pukul 04.00, truknya menabrak ujung beton median jalan tersebut. ’’Mengantuk juga tidak, di sini kan memang rawan,’’ kata Sugianto.
Korban tak mengalami luka, namun truk terguling hingga menutup badan jalan. Muatan bahan tanah kaolin yang hendak diantar ke PT Arwana Citramulia, Kutorejo, dari Trenggalek juga tumpah ruah. Kejadian ini sempat memicu kemacetan panjang di jalan nasional tersebut.
Sugianto mengaku sudah melihat adanya beton separator sejak kejauhan. Karena itu, dia tak melaju kencang. Kecepatannya hanya sekitar 30 kilometer per jam. Tetapi, penerangan jalan dan rambu-rambu di lokasi dirasakannya masih minim. Kondisi itu membuatnya kaget. ’’Harus dikasih rambu-rambu, lampunya juga kurang,’’ imbuhnya.
Kasatlantas Polres Mojokerto AKP Ridho Rinaldo mengatakan, kecelakaan terjadi karena sopir truk kurang konsentrasi. Walhasil kendaraan menabrak median jalan lalu terguling. ’’Bagi pengendara yang melintas di depan SPN pada malam hari agar waspada terhadap pengguna jalan yang menyeberang, dan kalau mengantuk segera istirahat,’’ ucapnya.
Tak sekali ini separator di depan SPN Polda Jatim Mojokerto itu memicu kecelakaan. Setahun ini sudah menimpa empat kendaraan. Sebelumnya, pada 15 April lalu truk ekspedisi terguling usai menabrak median jalan dari arah barat. Pada 4 Februari lalu, truk boks muatan air mineral juga tersungkur. Sebelum menabrak median, truk sempat menghindari pemotor yang belok mendadak. Pada 21 Januari, truk gandeng muatan tepung jagung sudah lebih dulu menjadi korban setelah terguling menabrak separator.
Sementara itu, dua truk setidaknya sudah merasakan hal serupa sepanjang 2024. Dengan demikian, tercatat delapan truk sudah menjadi korban median jalan tersebut sejak tahun lalu. (adi/fen)
Editor : Hendra Junaedi