KABUPATEN - Tianci, 20, terpaksa mendatangi Pos I Unit Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto di Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, kemarin (27/2). Cincin emas yang melingkari jari manis tangan kanannya harus dipotong petugas damkar lantaran jarinya membengkak dan membuat korban kesakitan.
Perempuan asal Dusun Damarsi, Desa Kepuhanyar, Kecamatan Mojoanyar, ini mendatangi pos damkar sekitar pukul 10.30 dengan didampingi keluarganya. Ia meminta pertolongan petugas untuk melepas cincin yang sudah sehari tidak bisa dilepas. ”Korban melapor ke pos Jabon kalau cincinnya tidak bisa dilepas karena jarinya mendadak bengkak,” ujar Komandan Regu Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto Sukamto.
Petugas langsung melakukan penanganan, terlebih korban mengeluh kesakitan pada bagian jari. Petugas berbekal satu gerinda mini, sendok baja untuk landasan dan sebotol air yang dikucurkan bertahap selama pemotongan berlangsung. ”Cincinnya kami potong pakai gerinda mini. Proses pemotongannya 10 menit. Alhamdulillah tertangani dengan baik," terangnya.
Menurut Sukamto, tidak ada kendala berarti selama proses pelepasan cincin dari tangan korban. Apalagi, material cincin emas relatif tidak terlalu keras dibandingkan bahan monel. Hanya saja, kondisi bengkak jari korban perlu penanganan khusus dari petugas.
”Karena bengkaknya cukup parah, sudah sejak kemarin. Di bagian telapak atas, cincinnya ini menekan ke dalam karena bengkak itu. Jadi, pemotongan dari telapak bawah,” urai Sukamto.
Selain itu, petugas menyelipkan sendok baja di sela cincin dan kulit jari agar mata gerinda tak melukai korban. ”Alhamdulillah tidak ada kendala berarti. Untuk penyebab jari bengkak, karena ada faktor gangguan medis pada korban,” tandasnya. (vad/ris)
Editor : Hendra Junaedi