Kecepatan Angin Capai 60 Km Per Jam
KABUPATEN - Memasuki awal Februari, cuaca ekstrem berpotensi terjadi di wilayah Kota dan Kabupaten Mojokerto. Terutama, angin kencang yang kecepatannya bisa sampai 33 knot atau setara 60 kilometer (km) per jam. Hal ini yang berpotensi memunculkan pohon dan bangunan tinggi tumbang, hingga mengancam keselamatan pengendara.
Kabid Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim mengatakan, angin kencang menjadi ancaman serius di tengah memasuki puncak musim penghujan. Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas 1 Juanda Sidoarjo bahkan merilis meningkatnya kecepatan angin selama tiga hari ke depan atau sampai 2 Februari.
Sehingga perlu diwaspadai terhadap dampak yang ditimbulkan akibat cuaca ekstem tersebut. Khususnya di wilayah dengan topografi pegunungan, dataran curam, dan tebing. Karena berpotensi terjadi bencana banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, hingga pohon tumbang. ’’Kondisi angin saat ini berkecepatan hingga 33 knot. Berpotensi hujan sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang selama sepekan,’’ ungkapnya.
Selama dua hari terakhir, BPBD mencatat empat peristiwa pohon tumbang di beberapa wilayah. Di antaranya, pohon kesono di kompleks Stadion Gajah Mada Mojosari patah dan menimpa warung kopi usai diterpa angin kencang, Rabu (29/1).
Akibatnya, warung semi permanen milik Arief ini rusak berat dihantam batang berdiameter 35 sentimeter (cm) itu. Di saat bersamaan, pohon arbei di pinggir Jalan Raya Desa Tambakagung, Kecamatan Puri roboh diterpa angin kencang. Akibatnya, arus lalu lintas sempat tertutup beberapa jam. Beruntung, tidak ada korban yang ditimbulkan di dua peristiwa tersebut. Pohon tumbang juga sempat terjadi di Desa Bendunganjati, Kecamatan Pacet, Kamis (30/1) pukul 18.45.
Pohon kersen berdiameter 20 cm di pinggir jalan tiba-tiba tumbang dan sempat menutup akses jalan utama menuju kampus Universitas KH Abdul Chalim (UAC). Beruntung, tidak ada korban dan pohon bisa dievakuasi pukul 22.00. Dan terakhir, pohon di pintu masuk Ngoro Industrial Park (NIP), Desa/Kecamatan Ngoro tumbang lalu menimpa tiga pengendara motor, Kamis (30/1) malam.
Tiga korban sekeluarga yang mengendarai motor Suzuki Spin ini tiba-tiba tertimpa pohon saat melintas di lokasi. Akibatnya, warga Desa Sedati, Ngoro itu mengalami luka-luka dan motornya rusak. ’’Untuk korban jiwa nihil dan pohon yang patah sudah terevakuasi. Diimbau pengendara agar tidak berteduh di bawah pohon,’’ pungkasnya. (far/ris)
Editor : Hendra Junaedi