Jebol Dinding Stadion, Pakai Jepit Ular dan Pulut
Dengan melubangi dinding Stadion Ahmad Yani seukuran kepala, petugas Damkar Kota Mojokerto menuntaskan tugasnya, kemarin (8/1) pagi. Langkah itu menjadi cara terakhir mengambil kembali handphone (HP) warga yang jatuh di sela antara tembok stadion dan rumah warga.
YULIANTO ADI NUGROHO, Magersari
Wajah Nur Hidayat Rama Dhanu akhirnya semringah setelah HP merek Oppo miliknya kembali ke genggaman. Hampir dua jam, lima petugas damkar berupaya mengevakuasi ponsel pemuda 19 tahun asal Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, tersebut.
Di sela yang sempitnya minta ampun sedalam dua meteran antara tembok stadion sisi selatan dan rumah itu, HP-nya tak sengaja terjatuh. ”Saya taruh di atas tembok, terus tersenggol pas pemanasan sebelum lari,” ucap Nur Hidayat.
Niatnya olahraga pagi di stadion berubah jadi kecemasan, lantaran tangannya tak mampu menggapai dasar sela yang terlalu dalam. Jarak kedua tembok yang lebarnya hanya sejengkal tangan bayi juga tak memungkinkan bagi dirinya masuk sekadar untuk mengambil HP.
Kebingungan dengan masalah yang dialami, dia berinisiatif meminta tolong ke penjaga stadion. Namun, petugas juga tak punya alat untuk mengambilnya. Mungkin pula di stadion belum pernah ada kejadian serupa. Sampai pada akhirnya, Nur Hidayat memutuskan pergi ke kantor damkar meminta pertolongan.
”Sekitar pukul 07.30, korban ke kantor bilang kalau HP-nya masuk ke sela tembok. Jadi, kami langsung ke sini melakukan evakuasi,” kata Komandan Regu Damkar Kota Raka Tri Pradipta.
Awalnya, petugas menggunakan tongkat penjepit ular. Caranya HP dicapit dari atas, tapi gagal. Dicoba lagi dengan memasang pulut di ujung tongkat, tetap masih gagal juga. ”Yang ketiga terpaksa temboknya dijebol, baru bisa,” imbuh dia.
Berbekal linggis, tim melubangi tembok tribun sisi selatan itu hingga cukup untuk kepala masuk. HP korban pun akhirnya berhasil diambil kembali setelah proses yang memakan waktu hampir dua jam. Meskipun setelahnya Nur Hidayat masih harus memperbaiki dinding yang bolong seperti sedia kala. Namun, setidaknya dia kembali pulang dengan perasaan lega. (ris)
Editor : Hendra Junaedi