TROWULAN - SN, 59, seorang buruh cetak bata tewas bunuh diri di ruang tamu rumahnya di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (4/1) petang. Polisi menduga pria paro baya itu mengalami frustrasi karena mengidap sakit paru-paru.
Jasad SN pertama kali ditemukan oleh adik perempuannya, SW, 55, sekira pukul 18.00. Saksi yang tinggal di seberang rumah awalnya hendak menyalakan lampu lantaran rumah adiknya dibiarkan gelap. ’’Dilihat dari kaca depan ternyata kakaknya gantung diri, terus telepon saya,’’ kata SR, kepala desa setempat.
Sambil menunggu polisi datang, warga mendobrak pintu rumah korban yang dikunci dari dalam. SR menyebut warganya itu selama ini hidup seorang diri. Dia memiliki dua anak yang sudah tinggal pisah sejak menikah.
Sehari-hari korban mencukupi kebutuhan dengan bekerja sebagai buruh cetak batu bata. Setelah istrinya meninggal, dia diketahui menikah secara siri dengan warga desa sebelah. ’’Tapi istri sirinya tidak pernah (tinggal) di sini,’’ ucapnya.
Kasi Humas Polres Mojokerto AKP Tri Hidayati menyatakan, keluarga menerima kematian korban dan menolak jasadnya dibawa ke rumah sakit. Hasil olah TKP polisi juga tak menunjukkan adanya bekas kekerasan di tubuh korban. ’’Korban meninggal dunia benar-benar akibat gantung diri,’’ tuturnya.
Berdasarkan keterangan saksi-saksi di lokasi, aksi korban diduga karena faktor kesehatan. Pria itu ditengarai frustrasi karena penyakit yang diidap tak kunjung sembuh. ’’Korban gantung diri diduga karena menderita sakit paru-paru,’’ tandas Tri. (adi/fen)
Editor : Hendra Junaedi