TRAWAS – Seorang pendaki Gunung Penanggungan terpaksa dievakuasi Tim SAR. Itu setelah ia tersesat semalaman di sekitar area Puncak Pawitra. Mirisnya, survivor ditemukan hanya memakai celana kolor dan jaket.
Informasi yang dihimpun, pendaki bernama Jazuli Putra asal Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Tim SAR Penanggungan terpaksa melakukan pencarian setelah Putra tidak mampu turun gunung pada Sabtu (2/11) sekitar pukul 16.00. Padahal, sekitar pukul 13.00, ia dan kedua temannya telah izin keluar pendakian di Pos 1 Pendakian Gunung Penanggungan via Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas.
”Jadi, setelah sampai pos 1 itu tiba-tiba dia pinjam motor temannya buat naik lagi. Alasannya, pinjam sebentar buat ambil dompet ketinggalan. Tapi, waktu pinjam dia kelihatan kayak orang kalap (bingung tidak sadar),” beber Fatkhur, relawan Galena Rescue, kemarin (4/11). Pencarian dilakukan setelah Putra tiba-tiba berada di area puncak gunung dengan ketinggian 1.653 mdpl tesebut.
”Waktu ditelepon temannya, dia bilang sudah di rumah. Karena curiga, akhirnya di-video call. Ternyata dia masih di hutan. Setelah survivor share location (shareloc), ternyata di sekitar pos 4,” ungkapnya. Motor yang dikendari Putra ditemukan petugas gabungan di sekitar pos 2. Sementara untuk mencari survivor, petugas harus kerja ekstra. ”Beberapa kali kita cari di titik yang di-shareloc itu tidak ketemu,” urai pria paro baya ini.
Putra akhirnya ditemukan Tim SAR Penanggungan dalam kondisi selamat di area puncak pada Minggu (3/11) sekitar pukul 04.30. Ketika itu, survivor hanya memakai jaket warna biru dongker dan celana kolor warna kelabu. Padahal, sebelumnya Putra memakai pakaian lengkap dan membawa tas hingga ponsel. ”Barang-barangnya hilang masih belum ditemukan. Termasuk kunci motornya,” tutur Fatkhur.
Dalam kondisi lemas dan tampak masih binggung, survivor dievakuasi ke pos 1 dengan diapit dua petugas. Di pos perizinan itu Putra mendapat pertolongan hingga kondisinya pulih. ”Nggak sampai kita bawa ke puskesmas,” tukasnya. Sedianya, Putra bersama kedua temannya lapor mendaki di Pos 1 Tamiajeng pada Sabtu (2/11) pukul 02.00 untuk mendaki tektok. (vad/ris)
Editor : Hendra Junaedi