KOTA - Seorang siswa asal Kota Mojokerto tewas tenggelam di sungai Desa Mliriprowo, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (6/12). Korban yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) ini terseret arus saat berenang bersama teman-temannya.
Kabar duka tersebut dibenarkan oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro setelah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) di sungai Rolak Limo, Desa Mliriprowo. Pihaknya menyampaikan bela sungkawa mendalam atas meninggalnya AB, 14 yang merupakan peserta didik jenjang SMP di Kota Mojokerto. ’’Ada satu warga kita yang tenggelam rolak, warga kecamatan Kranggan,’’ ungkapnya.
Kepala Satpol PP Kota Mojokerto Modjari yang turut ke lokasi kejadian mengatakan, peristiwa nahas itu terjadi saat korban berenang bersama teman-temannya sekitar pukul 14.00. Berdasarkan keterangan yang diperolehnya, AB tenggelam dan sempat terseret arus air yang saat itu kondisinya cukup deras. ’’Korban terjun ke sungai untuk berenang, tapi tubuhnya tenggelam karena arusnya deras,’’ ulasnya.
Modjari menuturkan, teman korban sempat berupaya untuk menyelamatkan. Namun, tubuh AB tiba-tiba menghilang dari permukaan sungai. ’’Saat temannya sampai di tepian, anaknya (korban, Red) sudah tidak kelihatan,’’ ulasnya.
Setelah dilakukan pencarian, tubuh AB berhasil ditemukan puluhan meter dari lokasi kejadian. Sayang, kondisinya sudah tidak bernyawa. ’’Saat ditemukan, korban dipastikan sudah meninggal dunia,’’ terang pejabat yang juga Kepala Satlak Penanggulangan Bencana Kota Mojokerto ini.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto. Dan tadi malam, AB sudah diserahkan kepada keluarganya. ’’Korban sudah di rumah duka,’’ pungkas dia. (ram/fen)
Editor : Hendra Junaedi