PUNGGING - Seorang pemuda dievakuasi dengan kondisi selamat dari dasar Jembatan Ngrame, Kecamatan Pungging usai terjun ke Sungai Brantas, kemarin (8/11). Korban sebelumnya mengirim pesan kepada ibunya untuk mengakhiri hidup.
Korban adalah DPT, 20, warga Kecamatan Mojosari. Tubuhnya ditemukan warga tergeletak di fondasi penyangga jembatan sekitar pukul 06.00. Oleh tim penyelamat, korban dievakuasi menggunakan tali dari ketinggian sekitar 20 meter. ”Korban dalam keadaan selamat,” kata Kapolsek Pungging Iptu Selimat, kemarin.
Korban dibawa ke RSUD Prof dr Soekandar, Mojosari untuk mejalani perawatan intensif. Saat dievakuasi, korban dalam kondisi setengah sadar dan badannya basah kuyup. ”Motifnya masih dalam penyelidikan karena korban belum bisa dimintai keterangan,” imbuhnya.
Drama penyelamatan DPT bermula sekitar tiga jam sebelumnya. Awalnya polisi mendapat laporan adanya dugaan aksi bunuh diri di Jembatan Ngrame sekira pukul 03.00 dini hari. Laporan itu berkaitan dengan pesan perpisahan yang dikirim korban kepada ibunya lewat WhatsApp. ”Informasi dari keluarga dia meninggalkan pesan akan mengakhiri hidupnya,” imbuh Selimat.
Dalam pesan tersebut, korban menyebut dirinya sebagai beban keluarga. Dia lantas meminta agar orang tuanya mengambil motor di jembatan yang mengubungkan Sidoarjo dan Mojokerto itu.
Di lokasi, hanya didapati motor Honda Mio GT nopol S 6194 NAJ milik korban. Motor tersebut terparkir di tepi jembatan tak jauh dari sepasang sandal selop yang ditinggal korban. Sementara itu, upaya pencarian korban dengan di sekitar aliran sungai tak membuah hasil.
Sampai akhirnya, seorang warga mendapati tubuh korban terkapar di fondasi jembatan sisi tengah ketika terbit fajar. Sejauh ini, belum diketahui secara pasti bagaimana korban akhirnya muncul ke permukaan. Ada dugaan korban naik melewati tangga fondasi setelah menceburkan diri ke sungai. Kemungkinan ini mengingat saat kejadian arus sungai sedang tenang, sehingga tubuhnya tidak hanyut. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi