MOJOANYAR – Setelah dua jam upaya pertolongan, SK, lansia di Kecamatan Mojoanyar dinyatakan meninggal. Kakek 70 tahun itu masih bernapas saat dievakuasi usai didapati gantung diri di rumahnya, kemarin (25/10). Korban diduga nekat mengakhiri hidup lantaran sering cek-cok dengan istrinya.
Peristiwa gantung diri yang dilakukan SK diketahui sekitar pukul 12.00. Warga bersama PMI dan polisi segera menurunkan tubuh usai mendapat laporan. Saat dievakuasi, SK diketahui masih bernapas. Namun, kondisinya sudah kritis. ’’Saturasi oksigennya tinggal 30 (persen), sangat lemah,’’ kata seorang petugas di lokasi.
Berbagai upaya penyelamatan dilakukan petugas kesehatan. Selain bantuan oksigen dari PMI, tim kesehatan dari PSC juga diterjunkan menggunakan alat kejut jantung. Hampir dua jam lamanya, SK akhirnya dinyatakan meninggal. Nyawanya sudah tak lagi tertolong. ’’Korban sudah meninggal,’’ ujar EW, ketua RW tempat tinggal korban, sekitar pukul 14.00.
Peristiwa gantung diri ini membuat warga sekitar geger. Puluhan orang mengerumuni rumah kakek yang berada di perkampungan padat perbatasan Kabupaten dan Kota Mojokerto ini. Menurut EW, SK selama ini tinggal hanya berdua dengan istrinya. Keduanya tak memiliki anak. Sehari-hari mereka tak bekerja. Kebutuhan keduanya ditopang bantuan pemerintah serta anak angkat dan kerabat.
EW menyebut, dua lansia itu sering bertengkar. Setiap hari mereka pasti gegeran hingga membuat tetangga sekitar tak lagi heran. ’’Persoalan ekonomi,’’ kata laki-laki tersebut.
Warga lainnya menyebut, SK sebelumnya sempat berusaha mengakhiri hidupnya. Namun, saat itu nyawanya masih tertolong lantaran segera diketahui warga. Tak disangka, kemarin SK kembali nekat melakukan aksinya saat sebagian warga tengah menunaikan salah Jumat.
Kapolsek Mojoanyar AKP Armana saat di lokasi mengatakan jasad korban telah diperiksa tim inafis. Keluarga menolak korban dibawa ke rumah sakit dan telah menerima kejadian ini. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tak ditemukan adanya bekas kekerasan di tubuh korban. (adi/fen)
Editor : Hendra Junaedi