Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Hutan Jati Milik Perhutani Kembali Terbakar

Yulianto Adi Nugroho • Sabtu, 14 September 2024 | 13:59 WIB

MEMBARA: Kebakaran hutan milik Perhutani di kawasan Watu Blorok, Desa Kupang, Kecamatan Jetis, Kamis (12/9) malam.
MEMBARA: Kebakaran hutan milik Perhutani di kawasan Watu Blorok, Desa Kupang, Kecamatan Jetis, Kamis (12/9) malam.
 

JETIS - Hutan jati milik Perhutani di kawasan Watu Blorok, Desa Kupang, Kecamatan Jetis kembali terbakar, Kamis (12/9) malam. Sebelumnya hutan di sekitar wisata Bukit Kayoe Putih (BKP) itu juga mengalami kebakaran akhir pekan lalu.

 Kebakaran pada Kamis malam terjadi di petak 75D RPH Kupang. Objek yang terbakar ini meliputi, semak, serasah daun kering, dan pohon jati di pinggir jalan depan wisata BKP. ”Luas area hutan yang terbakar sekitar 1,5 hektare,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim, kemarin.

 Kebakaran yang muncul sejak bakda Magrib itu baru berhasil dipadamkan tengah malam. Upaya pemadaman dilakukan secara manual menggunakan alat seadanya dengan melibatkan personel Perhutani, polisi, dan TNI.

 Agen Informasi BPBD Jatim Achmad Kurniawan mengungkapkan, sumber api diduga berasal dari lahan garapan petani di area hutan. Api diduga meluas hingga akhirnya merambat ke hutan produksi itu. ”Karena arah kebakarannya dari dalam hutan, dan yang terbakar ini di tepi jalan,” jelasnya.

 Minggu (8/9) akhir pekan lalu, area hutan di jalur penghubung Kecamatan Jetis dan Dawarblandong itu juga membara. Kebakaran yang berlangsung siang hari tersebut nyaris menyasar warung-warung di tepi jalan. Luas area kebakaran di petak 75E ini setidaknya mencapai 7 hektare.

”Pemadaman dilakukan tim gabungan dengan kebyok, ada 7 hektare lahan yang terbakar,” sebut Kepala Desa Kupang Andridi.

 Terpisah, Kapolsek Jetis Kompol Nanang Sujianto menyatakan, pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kebakaran.

Di lain sisi, petugas kepolisin menurutnya rutin berpatroli ke lokasi untuk mewaspadai potensi karhutla. ”Kami terus mewaspadai, sosialiasi terkait bahaya karhutla juga terus kami sampaikan kepada maayarakat dan petani,” tandasnya. (adi/ris)

 

 

Editor : Hendra Junaedi
#karhutla #perhutani #bukit kayoe putih mojokerto #kebakaran hutan