KOTA - Pasangan suami istri (pasutri) berboncengan mengendarai motor tertabrak kereta api (KA) Sancaka Jurusan Yogyakarta-Surabaya di perlintasan KA, Jalan Mojopahit, Kelurahan Miji, Kota Mojokerto, Kamis (1/8).
Keduanya terpental beberapa meter usai melawan arus jalan Mojopahit dan menerobos perlintasan rel ganda saat dua kereta tengah melaju bersimpangan dari dua arah.
Akibat peristiwa itu, Abdul Sari, 61, dan Ngatminah, 52, warga Lingkungan Kradenan, Kelurahan Kauman, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto harus dilarikan ke rumah sakit lantaran menderita luka-luka di kepala dan dadanya.
Baca Juga: Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Kota Batu dan Solo
Bahkan, Abdul Sari, harus ditarik warga dan petugas penjaga palang pintu rel KA setelah tercebur ke parit usai disambar KA jarak jauh tersebut.
’’Tadi itu sudah sempat saya teriaki, tetapi tidak nututi. Akhirnya tertabrak kereta dan jatuh sekitar lima meter dari titik lokasi,’’ ungkap Syahroni, saksi mata di lokasi.
Informasi di lokasi, peristiwa nahas tersebut bermula ketika kedua korban yang baru saja sarapan pagi di dekat palang pintu melaju melawan arus Jalan Mojopahit pukul 10.00. Pada saat yang bersamaan, turut melaju KA Ranggajati jurusan Jember-Cirebon melaju dari arah Stasiun Mojokerto menuju Jombang.
Selepas kereta melaju, kedua korban yang mengendarai motor Yamaha Mio nopol N 2445 BAG bergegas menyeberang rel yang palang pintu di seberangnya masih tertutup.
Namun tak disangka, muncul KA Sancaka di lintasan berbeda dari arah Jombang hendak masuk ke Stasiun Mojokerto. Korban yang sudah berada di tengah rel tak kuasa menarik mundur motornya, hingga tabrakan kedua kendaraan tak bisa dihindarkan.
’’Keduanya tidak tahu kalau pukul 10.05 itu waktunya ada kereta lewat bersimpangan. Dikiranya mungkin hanya satu KA yang melintas, padahal di sini relnya sudah jalur ganda.
Keretanya sudah bunyikan klakson panjang,’’ tandasnya. Beruntung, korban hanya menderita luka-luka. Keduanya lantas dievakuasi relawan PMI dan PSC Dinkes Kota Mojokerto menuju Rumah Sakit Islam Sakinah untuk dilakukan perawatan.
Kepala Stasiun Mojokerto, Hermansyah menegaskan, insiden kecelakaan tersebut murni disebabkan karena faktor kelalaian pengendara.
Selain melawan arus, kedua korban juga menerobos palang pintu yang masih tertutup. Atas kejadian ini, kedepan PT KAI akan mengevaluasi kondisi perlintasan.
Baca Juga: Stray Kids Pecahkan Rekor Dunia lewat Album ATE
Termasuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada pengendara tentang bahaya menerobos palang pintu kereta.
’’Pengendara motornya yang melanggar, dia melawan arah jalan dan menerobos pintu. Padahal mereka tinggal di dekat rel. Yang jelas kami akan sosialisasikan rambu dan pengetahuan tentang melewati perlintasan kereta api,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Hendra Junaedi