TRAWAS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pengendara dan wisatawan yang melintas di kawasan wisata baiknya lebih meningkatkan kewaspadaan.
Selama libur Hari Raya Idul Adha kemarin, dalam dua hari kecelakaan terjadi dan menewaskan tiga korban. Masing-masing dua tewas di Jalan Raya Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, dan satu tewas di Jalan Raya Sendi, Desa/Kecamatan Pacet.
Kemarin (17/5), kecelakaan adu moncong antarpemotor terjadi di Jalan Raya Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas. Dua pengendara tewas seketika di lokasi kejadian.
Sedangkan dua korban lainnya mengalami luka-luka. Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 09.00 ini menimpa Sri Indriana Utami Raden Roro, 42, warga Desa Tunggalpager, Kecamatan Pungging.
Semula korban yang mengendarai motor Honda Beat tanpa nopol melaju dari arah Mojosari dengan membonceng dua anaknya.
Setibanya di lokasi, melaju motor Suzuki Nex nopol S 6272 PZ yang dikendarai Akhmad Dedik Purwanto, 29, warga Desa Sukosari, Kecamatan Trawas, berjalan dari arah sebaliknya dengan kecepatan tinggi.
Motor yang dikendarai Dedik langsung menghantam motor yang dikendarai Sri Indriana. "Yang dari arah selatan (Trawas) jalannya kencang langsung nabrak motornya ibu-ibu itu. Jadi adu moncong," terang Samsudin, warga setempat.
Kecelakaan itu membuat Indriana dan Dedik terpelanting beberapa meter dari titik tabrakan. Kerasnya benturan mengakibatkan keduanya luka serius di kepala dan tewas seketika di lokasi.
"Dua-duanya meninggal. Anaknya (Indriana) yang SD dan SMA selamat, cuma luka ringan," terangnya. Kecelakaan berujung maut ini langsung ditangani kepolisian. Dibantu tim relawan, kedua jasad korban tewas dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Sumberglagah, Pacet. "Yang selamat, anak-anak itu, dibawa ke RSUD Prof dr Soekandar Mojosari," tandasnya.
Adu moncong antarpemotor di jalur wisata ini diduga akibat motor Honda Beat yang melaju keluar jalur.
”Dari hasil olah TKP (tempat kejadian perkara), diduga kecelakaan terjadi karena pengendara motor Honda Beat yang berjalan terlalu mengambil haluan ke kanan saat melintas di lokasi yang merupakan jalan menikung,” tambah Kasatlantas Polres Mojokerto Iptu M. Hariyazie Syakhranie.
Motor Ngeblong, Ibu-Anak Celaka
Sementara itu, sebelumnya, Minggu (16/6), kecelakaan Jalur tengkorak Pacet - Cangar kembali menelan korban jiwa. Kali ini menimpa ibu dan anak.
Motor yang mereka kendarai mengalami rem blong dan menabrak pembatas jalan di Jalan Raya Sendi, Desa/Kecamatan Pacet. Bahkan, tubuh salah satu korban terpental ke jurang sedalam tiga meter dan tewas di lokasi.
Kecelakaan tunggal yang terjadi sekitar pukul 14.00 tersebut dialami M. Dedy Novianto, 30, dan ibunya, Tri Alimah, 59, warga Desa Karangkedawang, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Bermula ketika Dedy membonceng Tri Alimah mengendarai motor Honda PCX nopol S 6706 VN dari arah Cangar, Batu menuju Pacet.
Petaka terjadi saat keduanya melintasi tikungan Obech Kali Kromong, Desa/Kecamatan Pacet. Motor matic Honda PCX nopol S 6706 VN warna merah yang dikendarai Dedy mendadak hilang kendali saat melintasi jalur menikung ke kanan.
”Motor korban remnya blong, lalu hilang kendali dan menabrak pembatas jalan,” ujar Agus Ubaidillah, relawan LPBI NU Kabupaten Mojokerto.
Motor meluncur deras dengan kecepatan tinggi hingga menghantam guardrail. Kerasnya benturan membuat keduanya mengalami luka parah. ”Ibunya tewas setelah terlempar dari motor sekitar 5 meter dari lokasi,” sebutnya.
Kedua korban dievakuasi tim relawan dan kepolisian ke RSUD Sumber Glagah Pacet untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Sedangkan motor Honda PCX milik korban diamankan petugas kepolisian ke Mapolsek Pacet.
”Kecelakaan karena motor korban mengalami rem blong. Sementara ini, korban atas nama Dedy masih dirawat dan dilakukan observasi di rumah sakit,” jelas Kapolsek Pacet AKP Agus Setiawan. (vad/ris)
Editor : Imron Arlado