TROWULAN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Warga Dusun Tegalan, Desa/Kecamatan Trowulan digegerkan penemuan mayat di dalam panti pijat, Selasa (13/2) pagi.
Sesosok jasad perempuan ditemukan tergeletak di lorong tengah panti yang ada di tepi Jalan Raya Trowulan - Jombang tersebut.
Belakangan diketahui, korban adalah Andri Widiyanti, 50, asal Desa Kambingan, Kecamatan Cerme, Gresik.
Salah seorang terapis di Panti Pijat Mitra milik Indarwati. Kali pertama, Diyan didapati tergeletak tak bernyawa oleh warga sekitar pukul 08.00.
"Pemilik panti telpon ke warga (tetangga panti), minta tolong dicekkan kondisi korban ini. Karena beberapa hari dihubungi nggak bisa. Warga lapor ke kami buat ngecek ini," ungkap Kepala Dusun Tegalan Rico Lukhianto, di lokasi.
Warga menaruh curiga melihat lampu teras panti yang beberapa hari ini tampak terus menyala. Pintu depan pun terkunci dari dalam.
Namun, pintu belakang panti menuju kamar mandi tampak terbuka.
"Sudah sekitar tiga hari ini korban nggak kelihatan aktivitas. Biasanya kelihatan belanja. Kadang kelihatan sama temannya (sesama terapis), pintunya dibuka. Tiga hari ini, (panti) tutup terus," terang Edy Santoso, warga setempat.
Bersama kepala dusun, pintu panti dibuka paksa oleh warga.
Mereka dibuat terkejut melihat Diyan tergeletak tak bernyawa di lorong tengah panti.
Peristiwa itu langsung dilaporkan ke Polset Trowulan.
"Kondisi korban sudah meninggal. Sudah mengeluarkan bau busuk," urai kepala dusun.
Bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Mojokerto, Unit Reskrim Polsek Trowulan melakukan olah TKP.
Beberapa barang bukti turut diamankan. Termasuk ponsel dan kartu identitas korban.
"Dari olah TKP tadi, tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh korban. Tidak ada indikasi pembunuhan," sebut Kanit Reskrim Polsek Trowulan Iptu Pamto Hadi Saputra.
Menurutnya, tidak ditemukan indikasi aksi kriminal dalam peristiwa ini. Satu unit motor milik korban masih terparkir di dalam panti.
Diduga, ibu tiga anak ini meregang nyawa akibat penyakit yang dideritanya.
"Dugaan sementara korban meninggal karena sakit. Korban menderita sakit lambung sejak lama. Beberapa hari lalu sempat mengeluh ke rekannya. Ada riwayat percakapannya di ponsel," paparnya.
Jasad korban dievakuasi petugas PMI Kabupaten Mojokerto bersama relawan ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto untuk divisum.
"Diperkirakan korban meninggal tiga hari yang lalu," tandas Kanit Reskrim. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah