Mereka mendesak kepolisian agar segera menangkap oknum penyerangan dan penjarahan anggotanya di Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, Jumat (27/10) malam.
Menanggapi itu, Kapolres menjamin aksi anarkis tersebut bakal diproses hukum sesuai prosedur yang berlaku.
Kelompok pesilat yang memadati Jalan Gajah Mada, Desa Menanggal, Kecamatan Mojosari, tersebut diperkirakan datang dari berbagai daerah sekitar.
Mulai dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan hingga Jombang.
Konvoi tersebut digelar dengan tujuan, mendesak aparat keamanan segera menangkap oknum penyerangan anggota IKSPI di Desa Seduri yang sedang latihan, Jumat (27/10) malam.
’’Kami menuntut agar kepolisian segera mengungkap dan menangkap (oknum) yang menyerang tempat latihan kami di Desa Seduri tersebut,’’ ujar Ketua Cabang IKSPI Kera Sakti Mojokerto M Afandi.
Meski tidak sampai menimbulkan korban luka, dalam peristiwa tersebut menimbulkan sejumlah kerugian.
Akibatnya, tiga smartphone dan sakral raib digondol pelaku. Selain itu, lima motor milik pesilat yang terparkir turut dirusak.
’’Kami minta supaya hal ini diproses hukum. Apalagi, setelah kejadian itu kami langsung melapor ke polisi. Kepolisian langsung olah TKP, teman-teman dimintai keterangan sampai (Sabtu, 28/10) pagi,’’ paparnya.
Aksi ratusan pesilat tersebut disambut jajaran pejabat utama (PJU) Polres Mojokerto.
Bahkan, Kapolres menjamin laporan atas kasus penyerangan tersebut bakal ditindak lanjuti sesuai prosedur.
’’Saya menjamin kejadian yang kemarin (Jumat, 27/10) kita proses sesuai hukum yang berlaku. Apalagi ini sudah menjadi atensi pimpinan di Polda. Kami akan proses dan tindak lanjuti,’’ terang Kapolres Mojokerto AKBP Wahyudi di hadapan massa.
Untuk bisa segera mengungkap kasus tersebut, Kapolres meminta dukungan dan kerja sama dari pihak IKSPI sendiri.
’’Kami selalu membuka pintu Polres untuk dulur-dulur semua apabila mengetahui sedikit informasi untuk segera kita tindak lanjuti. Saya jamin, akan ditindak lanjuti,’’ tandas eks Kapolres Kediri Kota ini.
Sekitar pukul 22.00 massa arak-arakan dibubarkan. Arak-arakan dikawal ketat oleh petugas selama digiring keluar wilayah Mojokerto.
Peristiwa yang memicu aksi konvoi pesilat IKSPI Minggu (29/10) malam tersebut, disinyalir merupakan rentetan dari aksi serupa yang digelar perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Jumat (27/10) malam.
Setelah konsentrasi massa di depan Mapolres dibubarkan, dilaporkan terjadi penyerangan salah satu warkop di Desa Menanggal hingga mengakibatkan karyawan ekspedisi terluka.
Serta penyerangan yang dilancarkan oknum tersebut pada anggota IKSPI Kera Sakti yang sedang latihan di Des Seduri.
’’Kami serahkan sepenuhnya pada kepolisian. Yang seperti ini hanya oknum saja. Karena perguruan sendiri tidak pernah mengajarkan aksi anarkis (tidak menghormati, menyerang dan merugikan pihak lain) itu,’’ terang Ketua Cabang PSHT Mojokerto Hari Sucipto, terpisah.
Pihaknya mendukung penuh aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan kasus tersebut lantaran membuat resah masyarakat.
’’Kalau memang ada anggota kami yang terbukti melakukan itu, kami minta ditindak saja sampai jera. Kami tidak akan melindungi atau menghalang-halangi,’’ tandas Hari. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah