Seorang pelajar tewas tenggelam saat mandi bersama teman-teman di aliran Sungai Puloniti.
Korban adalah MAAM, 16, remaja asal Kecamatan Bangsal. Kali pertama korban tenggelam dilaporkan terjadi sekitar pukul 11.30.
Insiden tersebut bermula saat korban bersama keempat temannya MD, 17; MRK, 17; MA, 18, asal Kecamatan Bangsal dan GA, 17, warga Kecamatan Mojosari, berenang di sekitar DAM Dusun Pudak Sari, Desa Puloniti.
"Korban bersama teman-temannya tiba di lokasi sekitar pukul 10.00," ujar Kanit Reskrim Polsek Bangsal Iptu Sugeng Irawadi. Tak berselang lama, mereka lantas berenang di aliran sungai tersebut.
Sebelum korban nyemplung, MRK sudah memperingatkan agar korban tidak berenang ke tengah. Sebab, sisi tersebut lebih dalam dan memikiki arus yang kuat.
"Rekan korban yang berenang di pinggiran DAM sudah memperingatkan," terangnya. Seolah tak menggubris perkataan temannya, korban justru nyemplung ke tengah.
Hingga korban tak lagi muncul ke permukaan.
Mendapati itu, rekan korban langsung mentas ke permukaan untuk meminta pertolongan.
"Melihat korban tenggelam, teman-teman korban langsung minta pertolongan ke warga," tutur Sugeng.
Membawa sejumlah peralatan, warga dan keempat teman korban langsung melakukan pencarian.
Di aliran sungai sedalam lebih dari 2 meter tersebut, korban berhasil ditemukan setelah 45 menit pencarian. Nahas nyawa korban tak tertolong.
"Sekitar pukul 12.15 korban berhasil ditemukan dan dievakuasi," terang Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim.
Oleh petugas, jasad korban dievakuasi ke RSUD Prof dr Soekandar Mojosari untuk divisum.
Diduga, peristiwa berujung maut tersebut akibat korban yang tak bisa berenang di sisi sungai yang dalam dan berarus deras.
"Diduga korban tenggelam karena terseret derasnya arus di bagian sungai yang dalam," tandas kanit reskrim. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah