Informasi yang didapatkan Jawa Pos Radar Mojokerto, pengunjuk rasa yang memilih bertahan di sekitar perusahaan dengan mendirikan tenda dan membentangkan spanduk, berusaha dievakuasi petugas. Karena dianggap menutup akses keluar masuk karyawan dan kendaraan.
Dalam video amatir warga, proses evakuasi pengunjuk rasa oleh kepolisian ini berlangsung pada Kamis (19/10).
Namun, pengunjuk rasa berusaha bertahan di lokasi sembari terus menyampaikan tuntutan mereka.
Di antaranya, mendesak perusahaan membatalkan putusan PHK, meminta buruh dipekerjakan kembali, diangkat sebagai karyawan, dan masalah hak kesehatan.
Proses evakuasi ini berlangsung selama beberapa menit. Mereka yang tetap memilih bertahan terus diimbau petugas agar tidak melakukan aksi serupa, akibat dinilai mengganggu akses keluar masuk buruh lainnya.
Di samping itu, malam harinya kembali terjadi ketegangan, bahkan berujung kericuhan di tempat yang sama. Namun situasi berhasil diredam petugas kepolisian yang berjaga di lokasi.
Di sisi lain, dikabarkan manajemen perusahaan penghasil plastik ini sudah mengakomodir tuntutan buruh yang sudah menggelar aksi sejak Agustus 2023 lalu, tapi belum menemukan kesepakatan. (fen)