Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Lereng Gunung Penanggungan Terbakar, Gunung Anjasmoro Kembali Membara

Martda Vadetya • Rabu, 18 Oktober 2023 | 03:37 WIB

MANUAL: Petugas gabungan memadamkan api karhutla lereng Gunung Penanggungan, Desa Kedungudi, Kecamatan Trawas, secara manual, Selasa (17/10).
MANUAL: Petugas gabungan memadamkan api karhutla lereng Gunung Penanggungan, Desa Kedungudi, Kecamatan Trawas, secara manual, Selasa (17/10).
Ada foto//BPBD Kabupaten Mojokerto

MANUAL: Petugas gabungan memadamkan api karhutla lereng Gunung Penanggungan, Desa Kedungudi, Kecamatan Trawas, secara manual, Selasa (17/10).

TRAWAS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda lereng Gunung Penanggungan, di Desa Kedungudi, Kecamatan Trawas, Selasa (17/10). Sedikitnya sekitar 85 petugas gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman.

Kali pertama karhutla dilaporan terjadi sekitar pukul 14.00. Api menyasar vegetasi ilalang dan semak belukar kering di area lereng gunung. Tepatnya Petak 18B RPH Trawas BKPH Penanggungan.

”Peristiwa karhutla di Gunung Penanggungan ini dilaporkan rekan-rekan Perhutani saat patroli wilayah melihat melihat kepulan asap di Desa Kedungudi,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim.

Mengantisipasi api menjalar, sejumlah petugas gabungan segera diterjunkan ke lokasi untuk pemadaman. ”Sekitar 85 personel gabungan dari Perhutani, TNI/Polri, BPBD, SAR Penanggungan dan warga sekitar dilibatkan untuk pemadaman,” imbuhnya.

Pemadaman dilakukan secara manual. Yakni dengan menggunakan kebyok atau ranting pohon serta sabi untuk menyekat api agar tak menjalar.

Hingga kini, proses pemadaman masih berlangsung. Semantara, luasan area hutan yang terbakar diperkirakan mencapai 8 hektare.

”Sementara ini area yang terdampak sekitar 8 hektare karena sampai saat ini api masih belum bisa dipadamkan,” ungkap Khakim.

Di waktu yang hampir bersamaan, gugusan Gunung Anjasmoro kembali membara. Karhutla dilaporkan menyasar semak belukar kering di perbukitan wilayah Desa Gumeng, Kecamatan Gondang.

”Sekitar pukul 15.00 tadi (17/10) juga dilaporkan rekan-rekan Tahura R Soerjo adanya api di Gunung Anjasmoro masuk wilayah Kecamatan Gondang,” tutur Khakim.

Menurutnya, kobaran api disinyalir ada di titik yang tak jauh dari lokasi yang terbakar sebelumnya. Terlebih, sejak beberapa waktu lalu karhutla Gunung Anjasmoro berkali-kali nyala padam.

”Sekitar pukul 17.00 sebanyak 16 personel dari RPH 06 Tahura R Soerjo diberangkatkan ke titik api untuk memadamkan,” tandasnya.

Hingga kini, pemadaman secara manual terus berlangsung. Akibat karhutla, jalur pendakian Gunung Anjasmoro via Puthuk Kencur ditutup untuk Sementara waktu. (vad/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#penanggungan #anjasmoro #kebakaran #gunung