KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Satreskrim Polres Mojokerto Kota turun tangan dalam menyelidiki penyebab terbakarnya gedung Puskesmas Blooto siang kemarin.
Dalam waktu dekat, tim laboratorium forensik (labfor) Polda Jatim akan diterjunkan ke lokasi untuk menelisik asal mula munculnya api hingga merebet di ruang cleaning service dan gudang penyimpanan barang bekas.
Penyelidikan sekaligus juga menakar nilai kerugian hingga membuat layanan kesehatan di puskesmas terhenti sementara.
Kapolsek Prajurit Kulon, Kompol Maryoko menegaskan, dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pertama kali api muncul dari bagian balkon atas gedung sisi barat yang berisi barang-barang bekas.
Api tiba-tiba muncul saat para tenaga kesehatan dan pegawai puskesmas fokus koordinasi persiapan akreditasi pelayanan mutu di gedung utama pukul 14.00.
Melihat kepulan asap kian membesar, sebagian pegawai dan petugas bergegas memadamkan api dengan alat sederhana.
Termasuk Achmad Avandi, 40, pegawai Diskominfo yang sedang dimintai tolong membuat video dokumenter akreditasi puskesmas. Ikut berjibaku menjinakkan api sembari menunggu bantuan tim pemadam kebakaran (damkar).
Bara api makin tak terbendung saat hembusan angin ikut membantu api merembet ke ruang cleaning service dan gudang penyimpanan barang bekas ada di bawah.
Dengan cepat, api menghanguskan seisi gudang yang berisikan berkas-berkas tak terpakai.
’’Setelah kami cek dan mengumpulkan keterangan saksi dari karyawan puskesmas, ternyata itu adalah gudang berkas dan gudang bekas yang isinya kasur dan kursi bekas,’’ ungkapnya.
Namun Maryoko belum bisa menyimpulkan dari mana api berasal, apakah hasil dari korsleting listrik atau ada penyebab lain. Butuh keahlian khusus untuk bisa mencari tahu asal muasal munculnya api.
Untuk itu, pihaknya bersama satreskrim akan menurunkan tim labfor Polda Jatim guna mencari tahu penyebab terjadinya kebakaran.
’’Untuk memastikan penyebab, kami menunggu ahlinya dari Labfor Polda Jatim,’’ tandasnya.
Maryoko juga belum bisa menaksir berapa nilai kerugian dampak dari kebakaran gudang penyimpanan barang bekas dan ruang cleaning service puskesmas.
Selain menunggu identifikasi labfor, pihaknya juga masih menunggu keterangan dari pihak puskesmas.
’’Untuk yang terdampak di area bawah antara 5 x 10 meter dan atap sekira 10 x 15 meter. Nilai kerugian masih di akumulasi dari pihak puskesmas,’’ tandasnya.
Meski tak sampai menyebabkan korban jiwa, namun kebakaran sempat membuat Achmad Avandi jatuh pingsan usai berjibaku memadamkan api. Pria asal Pacet ini tiba-tiba lemas usai turun dari upaya pemadaman.
Disinyalir, Vandi banyak menghirup asap tebal sehingga harus dibantu dengan tabung oksigen dan dirujuk ke IGD RSUD Dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.
Beruntung, saat kejadian berlangsung, tak ada satu pun pasien yang menjalani rawat inap dan pemeriksaan.
Pun demikian juga pelayanan pemeriksaan kesehatan di ruang poli yang sudah selesai jam operasionalnya.
Hanya saja, peristiwa tersebut sempat membuat panik para tenaga medis dan pegawai puskesmas hingga berbondong-bondong keluar menyelamatkan diri.
’’Untungnya tidak ada pasien, sedang kosong,’’ ujar penjaga puskesmas, Sochib. (far/fen)
Editor : Fendy Hermansyah