NGORO, Jawa Pos Radar Mojokerto - Kebakaran hebat melanda pabrik tisu PT Sun Paper Source di Desa Sukoanyar, Kecamatan Ngoro, Kamis (12/10).
Satu orang karyawan terluka dan satu meninggal setelah berjibaku memadamkan api.
Diduga, kebakaran dipicu korsleting pada forklift yang sedang beroperasi di area gudang.
Kali pertama kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 09.30. Api berkobar di area Gudang Jumbo 1 dan Gudang Jumbo 2 di sisi timur.
Area tersebut digunakan tempat penyimpanan tisu jadi dan siap edar ke pasar lokal hingga ekspor.
’’Setahu saya, tadi tidak terdengar ledakan. Langsung ada api gitu saja,’’ terang Nyarip Muhammad, 22, salah seorang karyawan.
Setelah api berkobar, lanjutnya, sirine tanda bahaya milik pabrik berdering kencang. Ratusan karyawan langsung berhamburan keluar.
Tampak beberapa di antaranya berupaya menyelamatkan barang dan dokumen berharga dari dalam pabrik.
’’Sirine bunyi, karyawan-karyawan langsung keluar semua,’’ ujar warga Desa Sukoanyar, Kecamatan Ngoro ini.
Banyaknya bahan tisu dan sejumlah material mudah terbakar lainnya membuat api dengan cepat berkobar hebat.
Bahkan kobaran api menjalar ke area produksi tisu. ’’Api menjalar ke area PM 11 dan PM 12 dan converting (produksi),’’ sebut Nyarip.
Sekitar pukul 13.00, api menjalar ke gudang penyortiran di area barat. Sedikitnya, kobaran api menyasar lima titik area gudang akibat banyaknya material mudah terbakar dan faktor angin.
Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, puluhan armada damkar diterjunkan untuk menjinakkan api.
Mulai dari aramada milik perusahan, damkar BPBD Kabupaten Mojokerto, satu armada mobil water cannon Pusdik Brimob Watukosek, hingga tiga armada damkar Kota Surabaya.
’’Banyak damkar mondar-mandir kelur masuk pabrik. Kurang tahu pasti jumlahnya,’’ tandasnya.
Belum diketahui pasti penyebab kebakaran hebat tersebut. Diduga, api dipicu korsleting listrik pada forklift 06 yang sedang beroperasi.
Melihat percikan api, para karyawan di lokasi telah berupaya memadamkan api dengan APAR. Namun api justu membesar.
’’Kabar dari teman-teman di dalam, (diduga) karena forklift korslet di aki atau bagian kelistrikannya,’’ papar Nyarip.
Akibat peristiwa ini, dikabarkan satu orang karyawan tewas dan satu lainnya terluka. Keduanya menjadi korban saat berusaha memadamkan api.
Korban meninggal adalah Jon Rahman, 47, asal Kota Palembang, Sumatera Selatan.
Sedangkan korban luka adalah Agus Wahyudi, 45, sekuriti pabrik asal Desa Brumbung, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri.
’’Pak Jon, salah satu supervisor (pengawas) di bagian produksi, yang meninggal,’’ terang salah seorang karyawan pabrik di lokasi.
Diduga, korban tewas akibat banyak menghirup asap pekat selama memadamkan api di area timur pabrik. ’’Sepertinya sudah meninggal di sini terus dibawa ke rumah sakit,’’ imbuhnya.
Sebelum dikabarkan adanya korban jiwa, diketahui seorang sekuriti pabrik dilarikan ke rumah sakit akibat terluka di tangan saat menolong rekannya dari jilatan api.
Sementara itu, Kapolsek Ngoro Kompol Imam Mahmudi membenarkan adanya korban dalam insiden tersebut.
Korban tewas dilarikan ke RS Mawaddah Medika Ngoro setelah tak sadarkan diri. Identitas lengkap korban sedang dihimpun petugas.
’’Dugaan awal karena korban terlalu banyak menghirup asap lalu pingsan. Setelah dievakuasi ke rumah sakit, dinyatakan meninggal. Korban dari bagian produksi,’’ terangnya.
Hingga kini penyebab pasti kebakaran tengah diselidiki petugas. Tim Inafis Satreskrim Polres Mojokerto turut diterjunkan ke lokasi untuk mengidentifikasi pemicu kebakaran.
’’Saat ini penyebabnya masih kami selidiki. Kami juga berkoordinasi dengan Satreskrim. Pemadaman masih berlangsung,’’ tandas kapolsek. Hingga berita ditulis, proses pemadaman terus dilakukan. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah