Rumah milik Muklisin, 55, warga setempat rata dengan tanah usai si jago api meluluhlantakkan kediamannya. Ditaksir, kerugian mencapai Rp 20 juta rupiah atas peristiwa tersebut.
Belum diketahui penyebab api menyala hingga menghanguskan seisi rumah dan warung yang ditempati Muklisin bersama keluarga sejak 25 tahun silam tersebut. Api tiba-tiba membesar dan melalap seluruh bangunan yang terbuat dari kayu tersebut.
Bahkan, kobaran api sempat menyentuh kabel bertegangan tinggi yang ada di atas rumah dan warung Muklisin.
Mengetahui kejadian itu, warga sekitar dibantu petugas PLN bahu membahu berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Termasuk menggunakan pompa hidrant yang tersedia di depan gardu PLN.
''Tadi dikasih tahu teman kalau rumah dan warung saya terbakar. Saat itu saya masih jualan nasi di proyek pembangunan pusat batik,'' ujar Muklisin.
Bapak tiga anak ini tak mengetahui pasti penyebab munculnya api. Sebelum kejadian, dirinya memang sempat pulang ke rumah untuk memberi makan burung peliharaannya.
Setelah itu, rumah dan warung ia tinggal tanpa ada yang menunggu. Sulikah istrinya juga tengah sibuk di warung proyek untuk meladeni makan siang pekerja.
''Tidak tahu apa penyebabnya. Obat nyamuk juga tidak ada yang menyala, kompor juga tidak. Saya cuman ngasih makan burung saja terus saya tinggal lagi,'' imbuhnya.
Sementara itu, Slamet Hariadi, saksi mata di lokasi mengaku api tiba-tiba membesar sejak pukul 14.00. Titik api diduga berasal dari ruangan kamar yang ada di sisi belakang atau timur bangunan.
Beruntung, api bisa cepat dipadamkan oleh warga dibantu petugas PLN dan tim pemadam kebakaran (Damkar) Kota Mojokerto.
''Apinya tadi tinggi dan sudah mencapai kabel tegangan tinggi sampai ikut terbakar sebagian. Tadi posisinya rumah kosong. Warungnya kan di depan menghadap barat. Yang terbakar di bagian timur,'' pungkasnya. (far/fen)
Editor : Fendy Hermansyah