Akibatnya, lima orang harus dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapat perawatan medis akibat luka-luka yang dideritanya.
Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Mojokerto, kecelakaan tersebut bermula saat truk nopol W8371 D hendak pulang ke Desa Slempit Kecamatan Kedamean Gresik usai mengikuti karnaval di kawasan Balongpanggang Gresik.
Mereka lalu melintasi jalanan desa di Kecamatan Dawarblandong sebagai lalu lintas terdekat.
Terdapat lima orang yang turut menumpang truk bermuatan sound tersebut. Termasuk Aprilia Arianto, sang sopir dan empat operator sound, yakni Bachrul, Achmad Bactiar, dan Budi di kemudi depan.
Sesampainya di lokasi, truk yang melaju pelan itu tiba-tiba dikagetkan dengan motor vario yang melaju kencang dari arah berlawanan.
Melihat hal itu, Ari sang sopir berusaha menghindari motor agar tidak terjadi tabrakan.
Namun nahas, roda truk yang memuat beban tinggi tersebut justru terperosok ke kiri jalan.
Seketika itu, truk langsung terguling ke jurang persawahan warga sedalam lima meter.
'’Mereka habis pulang karnaval dari Gresik. Namun karena jalanan menanjak dan ada motor kencang, terus menghindar ke kiri jalan. Tapi salah satu ban mereka terperosok dan langsung terguling,’’ ujar Warsito, relawan setempat.
Akibat kejadian ini, lima orang dilarikan ke Puskesmas Dawarblandong untuk menjalani perawatan medis.
Tiga di antaranya mengalami luka-luka, seperti retak tulang hidung, cedera tulang ekor, hingga mual-mual.
Saat ini, kelima penumpang masih menjalani observasi lebih lanjut sebelum ditangani lebih intensif.
’’Ada yang luka-luka dan ada yang memar. Salah satu penumpang sudah dibawa pemilik Sound pulang ke rumah,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Fendy Hermansyah