Mereka berbuat ricuh dan merusak fasilitas umum sekolah. Akibatnya, seorang siswa terluka karena terkena lemparan batu.
Masih berseragam lengkap, para pelajar datang dengan iring-iringan motor dan mengepung sekolah di seberang Rusunawa Cinde tersebut sekitar pukul 12.30. Jumlahnya diperkirakan lebih 50 orang.
Sambil bleyer-bleyer motor, mereka berteriak untuk memancing siswa keluar kelas. Petugas keamanan MAN menutup rapat pagar agar rombongan tidak masuk lingkungan sekolah.
Dari luar pagar, gerombolan siswa sekolah di Jalan Ketidur, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, itu melempari kaca kelas di lantai 1 dan 2 sampai pecah. ”Ada empat kali lemparan pakai batu,” ujar AS, siswa perempuan kelas 11 yang mengetahui kejadian.
Selain merusak kaca, lemparan batu juga mengenai punggungnya hingga mengalami memar. Aksi penyerangan ini membuat warga sekolah ketakutan.
Kepala MAN Kota Mojokerto Abdus Salam mengatakan, pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Menurutnya, dua kaca kelas pecah akibat dilempar batu.
’’Dari sebagian guru mengatakan kalau ini bukan kejadian yang pertama. Tapi, baru kali ini sampai melempar batu,’’ tuturnya.
Abdus Salam mengaku tak mengetahui alasan penyerangan terhadap sekolahnya. ’’Kami akan menggali dari siswa kami,’’ imbuhnya.
Sementara itu, Kepala SMK PGRI Kota Mojokerto Khoirul Anwar secara samar-samar mengakui rombongan pelajar yang menyerang MAN Kota Mojokerto adalah siswanya.
’’Saya dapat laporan dari polisi kalau dari seragamnya memang iya (siswa SMK PGRI Kota Mojokerto),’’ ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.
Khoirul mengklaim pihak guru BK kedua sekolah telah berkomunikasi untuk menangani kejadian tersebut. Demikian juga dengan pihak kepolisian.
Menurutnya, aksi penyerangan ini dipicu masalah salah paham. ’’Mungkin ada salah paham. Insyaallah sudah tidak ada apa-apa,’’ tandasnya.
Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota AKP Bambang Tri Sutrisno menyatakan, perkara penyerangan tersebut kini dalam penanganan Polsek Prajurit Kulon.
”Kami sudah berkoordinasi dengan polsek, untuk perkara kenakalan remaja ini ditindaklanjuti polsek,” sebutnya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto. (adi/ron)
Editor : Fendy Hermansyah