Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Siswa SMP di Ngoro Mojokerto Mendadak Meninggal Usai Upacara, Simak Kata Polisi

Yulianto Adi Nugroho • Rabu, 2 Agustus 2023 | 16:25 WIB

Ilustrasi pelajar.
Ilustrasi pelajar.
NGORO, Jawa Pos Radar Mojokerto – RFS, 13, seorang siswa SMP di Kecamatan Ngoro meninggal usai mengikuti upacara bendera di sekolahnya, Senin (31/7). Korban mendadak mengalami kejang di ruang kelas dan dinyatakan sudah meninggal saat tiba di puskesmas.

Peristiwa nahas itu terjadi ketika RAF berada di ruang kelas bersama teman-temannya. Saat itu, para siswa baru saja mengikuti upacara bendera yang berlangsung selama sekitar 30 menit sejak pukul 07.00.

Sekitar pukul 08.50, salah satu guru mendapat laporan jika korban mengalami kejang-kejang.

’’Saat didatangi korban sudah dalam keadaan telungkup di lantai,’’ terang Kanitreskrim Polsek Ngoro AKP Syaiful Hadi, kemarin (1/8). 

Korban lantas dibawa ke ruang UKS menggunakan tandu. Guru lain berusaha menghubungi bidan desa dengan maksud agar memeriksa korban.

Namun, saat itu, si bidan tak bisa datang karena sudah berangkat kerja ke Puskesmas Manduromanggunggajah.

’’Korban langsung dibawa ke puskesmas dan dinyatakan sudah meninggal saat diperiksa,’’ imbuhnya.

Hadi menyatakan, polisi tidak menemukan bekas kekerasan di tubuh korban. Berdasarkan keterangan pihak sekolah dan keluarga, remaja laki-laki itu memiliki riwayat penyakit jantung bawaan.

Mengingat kondisinya yang rentan tersebut, korban jarang mengikuti kegiatan-kegiatan yang berpotensi membuatnya mengalami kelelahan.

’’Anak ini tidak boleh capek. Biasanya tidak pernah ikut upacara, hanya saja pas kejadian ini kok dia ikut,’’ ujarnya. 

Setelah upacara, lanjut Hadi, korban masuk kelas dengan kondisi kliyengan. Seperti yang terjadi, korban kemudian mengalami kejang-kejang.

’’Penyakitnya ini memang tidak umum mengingat korban masih remaja, tapi kemungkinan sakit bawaan itu ada,’’ sebut dia.

Usai dinyatakan meninggal, pihak keluarga langsung membawa korban dari puskesmas ke rumah duka untuk dimakamkan. (adi/fen)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#simak #upacara #Ngoro #meninggal #polisi #mojokerto #siswa