NGORO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Seorang penjala ikan hanyut di Sungai Brantas, Desa Jasem, Kecamatan Ngoro, Minggu (30/7) siang.
Korban diduga tergelincir saat menyeberangi aliran sungai bersama rekan-rekannya.
Korban adalah Suherman, 40, warga Dusun Bajangan, Desa Kembangringgit, Kecamatan Pungging. Sekitar pukul 10.30, Suherman dan tiga temannya menyeberangi aliran sungai.
Sambil membawa peralatan menangkap ikan, mereka menapaki dasar sungai yang sedang surut. Mereka hendak mendekati aliran sungai yang lebih dalam untuk menyebar jala.
Saat itulah, korban diduga tergelincir. ”Mungkin licin atau salah injak batu jadi terseret arus,” ungkap Bima, warga di lokasi.
Tiga teman korban berusaha memberi pertolongan. Namun, upayanya gagal karena Suherman hanyut hingga ke dalam aliran sungai.
Insiden tersebut dilaporkan ke pihak berwajib sekitar pukul 12.00. Warga bersama petugas dari kepolisian, TNI, dan BPBD, terjun ke lokasi untuk melakukan pencarian secara manual.
Hingga kemarin petang, proses pencarian belum membuahkan hasil.
”Tim TRC sudah di lokasi. Kami juga berkoordinasi dengan Basarnas Surabaya untuk dukungan operasi SAR,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim.
Bima mengatakan, korban sehari-hari dikenal sebagai pencari ikan. Dia biasa menjala ikan di sungai.
Lokasi tempat korban hanyut juga menjadi tempat langganan para penjala ikan. Saat kejadian ini, Suherman datang bersama tiga tetangganya. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah