Belasan gunungan hasil bumi hingga patung ogoh-ogoh diarak keliling kampung.
Perayaan Tahun Baru Islam itu tampak begitu menarik perhatian. Sedari pagi, sejumlah ruas jalan kampung rute karnaval telah ditutup.
Simpul-simpul penonton baik warga setempat maupun luar desa tak sabar menanti karnaval dimulai.
Ketua panitia kegiatan Suhartono mengatakan, karnaval peringatan 1 Muharam ini sudah menjadi tradisi desa. Kegiatan kali ini diikuti 42 kelompok peserta dari 35 RT di Desa Wonorejo. Para peserta pawai itu tampil dengan berbagai kostum dan riasan unik.
”Ini memperingati Tahun Baru Hijriah sekaligus 1 Suro,” ujarnya.
Di antara peserta konvoi, setidaknya terdapat 17 gunungan hasil bumi yang ikut diarak. Selain gunungan hasil bumi yang menjadi simbol wujud syukur, ada pula berbagai patung yang turut menyemarakkan pawai. Seperti ogoh-ogoh hingga sosok orang menaiki unta.
”Kegiatan ini untuk melestarikan tradisi sekaligus syukur kami kepada Allah di Tahun Baru Islam,” ungkap Kepala Dusun Pandansili, Desa Wonorejo, tersebut. (adi/ron)
Editor : Fendy Hermansyah