Percikan api dari mesin blowing yang mengenai tumpukan bahan baku benang diduga menjadi pemicu kebakaran di ruang produksi.
Lima unit mobil pemadam diterjunkan ke lokasi untuk menangani kebakaran yang dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.52 tersebut.
"Yang terbakar ruang produksi dengan luas sekitar 21 meter persegi," ujar Komandan Regu Damkar Kabupaten Mojokerto Sukamto. Menurutnya, proses pemadaman memakan waktu lebih dari dua jam.
Kapolsek Jetis Kompol Sumaryanto menjelaskan, untuk menyelidiki penyebab kebakaran, unitreskrim bersama Inafis Satreskrim Polres Mojokerto sedang melakukan olah TKP, Rabu (19/7). Sejumlah karyawan dan penanggung jawab pabrik akan dipanggil guna dimintai keterangan.
"Kami melakukan penyelidikan lebih lanjut, setelah penanganan dan dipastikan lokasi aman, hari ini (Rabu) tim gabungan turun untuk olah TKP," tuturnya.
Sumaryanto menceritakan, insiden kebakaran kali pertama diketahui karyawan bagian produksi sekitar pukul 20.30. Percikan api muncul dari mesin blowing dan jatuh mengenai tumpukan bahan baku berupa kapas yang berada di dekatnya.
Saksi Soleh, 49, salah satu operator mesin segera melaporkan kejadian tersebut kepada Hendro, 52, petugas keamanan pabrik.
"Saksi Hendro mengecek ke ruangan produksi dan melihat api sudah membesar dan membakar seluruh bahan baku kapas," bebernya. Peristiwa kebakaran itu lantas dilaporkan ke pihak-pihak terkait.
Menurutnya, kebakaran mengakibatkan sejumlah mesin produksi hangus terbakar. Bahan baku kapas seberat kurang lebih 1 ton juga ludes. Belum dipastikan kerugian material akibat kebakaran.
Namun, angkanya diperkirakan mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. "Tadi malam pihak pabrik belum bisa menaksir kerugian, hari ini akan di-update lagi sekalian tim terjun ke lokasi untuk olah TKP," tandasnya.
Disebutkannya, UD Merak Utama Gloves bergerak di bidang produksi sarung tangan. Mereka mengolah kapas menjadi benang lalu dibuat produk jadi tersebut. Sarung tangan buatan pabrik ini dikirim ke Surabaya.
"Semua kegiatan produksi dari pengolahan kapas jadi benang lalu hasilnya sarung tangan ini dilakukan di pabrik tersebut," ujar perwira asal Pamekasan, Madura, itu. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah