Warga yang kali pertama mengetahui kebakaran langsung membangunkan perangkat desa dan warga sekitar. Mereka lantas berusaha memadamkan kobaran menggunakan alat seadanya. Api kala itu telah membumbung hebat dari balai desa yang berada di persimpangan jalan Dusun Klampisan tersebut. "Api sudah menyala besar kemudian ratusan warga dari tiga dusun bahu membahu memadamkan api," kata Kepala Dusun Klampisan Suhadi.
Selain berupaya menjinakkan api, warga juga mengevakuasi barang-barang dari kantor desa tersebut. Surat-surat dan perabotan yang masih bisa diselamatkan langsung dikeluarkan. Terutama dari gudang, ruang kantor kepala desa, dan sebagian ruang bhabinkamtibmas yang sedang terbakar hebat.
Pangkalan Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto yang mendapat laporan kebakaran tak lama setelahnya langsung menerjunkan empat unit mobil pemadaman ke lokasi. Komandan regu damkar Sukamto menyatakan, luas area bangunan balai desa yang terbakar mencapai 20x3 meter persegi. "Untuk tafsir kerugian masih dalam perhitungan," ujarnya.
Proses pemadaman berlangsung sampai pukul 04.00. Menurut Sukamto, kebakaran terjadi akibat korsleting listrik. Suhadi menyebut saat kebakaran warga mendengar beberapa kali ledakan dari kabel listrik. Diduga jaringan tersebut terbakar karena panas dari pembakaran sampah di belakang kantor desa. "Awalnya dari sampah terus merantak ke atas dan kabel-kabel PLN itu meledak dan saat dilihat warga sudah terjadi kebakaran ini," tutur Suhadi. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah