Temuan jasad korban terungkap setelah petugas Satreskrim Polres Mojokerto Kota berhasil meringkus dua remaja yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan korban. Dalam pengungkapannya, petugas berhasil meringkus dua pelaku di rumahnya di Kecamatan Kemlagi, Senin sore pukul 16.00. Masing-masing adalah AB, 15, dan AD, 19, yang ditangkap berdasarkan penelusuran riwayat aktivitas korban selama sebulan terakhir.
''Sekitar pukul 4 sore kami mendapatkan pelaku dan dari keterangan pelaku, mereka membenarkan telah melakukan pembunuhan,'' ujar Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota, AKP Bambang Tri Sutrisno. Saat ini, mayat Rara telah dievakuasi di kamar jenazah RSUD Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto. Proses otopsi masih terus dilakukan guna mengungkap secara mendalam bagaimana korban dibunuh oleh pelaku.
Uji lab oleh tim forensik Labfor Polda Jatim juga dijadwalkan berjalan hari ini guna mengindentifikasi proses hilangnya korban hingga akhir ditemukan tewas terbunuh. ''Kami akan koordinasi dengan tim forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur untuk dilakukan autopsi sehingga dapat diperoleh keterangan bagaimana si korban ini dibunuh,'' pungkasnya.
Sebelumnya, AE dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak hari Senin tanggal 15 Mei lalu. Berdasarkan keterangan keluarga, saat itu korban sempat berpamitan hendak pergi ke pasar malam menggunakan motor Honda Beat. Akan tetapi, sekitar pukul 19.12, ibu korban sempat menghubungi korban via chat Whatsapp (WA). Mengabarkan jika ada tugas dari guru sekolah yang harus dikerjakan.
Hanya saja, pesan tersebut ternyata sudah tak ada respon, termasuk jaringan telepon seluler yang sudah tidak aktif. Kedua orang tuanya sempat mencari keberadaan Rara, termasuk bertanya ke teman dekatnya D yang sempat diakui AE pergi bersama malam itu. Akan tetapi, hasilnya nihil. (far/fen) Editor : Fendy Hermansyah