PACET, Jawa Pos Radar Mojokerto – Petugas Taman Hutan Rakyat (Tahura) Raden Soerjo membubarkan puluhan pelajar yang sedang merayakan lulusan di kawasan jalur Pacet-Cangar, Kecamatan Pacet, kemarin (11/5). Konvoi para pelajar jenjang SMA/SMK tersebut membuat gaduh jalanan. Selain itu, mereka juga melakukan aksi vandalisme dengan mencoreti gapura tahura menggunakan cat semprot.
Aksi konvoi puluhan pelajar berlangsung sekitar pukul 12.00. Rombongan datang dari arah Mojokerto dengan mengendarai motor dan memenuhi jalan. Dengan suara motornya, mereka membuat gaduh. Para pelajar berseragam tersebut sempat berhenti di gapura tahura lalu melanjutkan perjalanan ke jembatan perbatasan Pacet-Cangar. ’’Kebetulan kami sedang patroli mendapati beberapa pelajar yang masih bertahan di gapura,’’ kata Erik, petugas Tahuran Raden Soerjo.
Di lokasi, pihaknya mendapati gapura tersebut telah dicoreti dengan cat semprot. Dirinya juga menemukan kaleng cat semprot yang dibuang sembarangan. Setelah diinterogasi, para pelajar tersebut mengakui mereka pelakunya. Petugas lantas mencari rombongan pelajar yang berada di sekitar jembatan. Mereka lantas digiring menuju ke gapura untuk diberi sanksi. ’’Kami beri pembinaan dulu, setelah itu sebagai efek jera kami minta agar coretannya dibersihkan,’’ jelasnya.
Kepada petugas, para pelajar mengaku salah dan meminta maaf. Setelah menjalani hukuman, para pelajar langsung dibubarkan. Mereka diminta untuk kembali ke rumahnya masing-masing. Erik menyebut, para pelajar yang konvoi berjumlah sekitar 45 orang. Dari seragamnya yang telah dicorat-coret, mereka terlihat berasal dari sejumlah instansi sekolah berbeda. ’’Jadi ada beberapa kelompok yang jadi satu, mereka dari Mojokerto semua,’’ imbuhnya.
Kepala Resort O7 UPT Tahura Raden Soerjo Syaiful Afif menyatakan, pihaknya membubarkan para pelajar lantaran membuat gaduh dan melakukan vandalisme di gapura. Selain membahayakan pengguna jalan, aksinya corat-coret juga termasuk merusak fasilitas umum (fasum). ’’Setiap ada tindakan vandalisme, pelakunya pasti langsung ditindak oleh petugas di lapangan. Salah satunya dengan langsung membersihkan,’’ ungkapnya.
Tindakan tegas ini dilakukan untuk memberi efek jera kepada pelaku agar tak perbuatannya tak diulangi. Pihaknya mengimbau para pelajar yang merayakan kelulusun di kawasan wisata tersebut tak melakukan aksi vandalisme. ’’Tindakan mereka mencore-coret gapura ini mengurangi kenyamanan dan tindakan seperti itu juga tidak boleh apalagi di fasilitas umum,’’ tandasnya. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah