Keberadaan ular tersebut dilaporkan ke Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto, kemarin (10/5). Ular dengan panjang lebih dari 3 meter itu berhasil dievakuasi saat bersarang di kandang ayam milik Lidiah, warga setempat. ’’Kami amankan ularnya karena membahayakan warga,’’ kata Komandan Regu Damkar Pos Mojosari Ahmad Yani.
Ular akhirnya berhasil ditangkap setelah berhari-hari berkeliaran. Tak hanya menakuti warga, ular berwarna cerah itu juga memangsa ternak milik warga. ’’Ada bebek yang sudah dimakan,’’ imbuhnya. Belakangan diketahui ular tersebut milik warga sekitar. Dia menghubungi petugas damkar begitu mendengar ada penangkapan ular piton albino.
Menurut Yani, ular tersebut sudah hilang sejak tiga hari terakhir. Reptil pemangsa itu lepas dari kandang saat pemilik sedang keluar rumah. ’’Karena saking besarnya jadi kandangnya jebol, tadi langsung kami serahkan ke pemilik,’’ jelas Yani. Oleh petugas, ular langsung diserahkan ke pemilik. Dia juga diwanti-wanti agar tak lagi membiarkan peliharaannya yang tak biasa itu kembali lepas.
Yani mengungkapkan, piton albino adalah jenis ular yang banyak dipelihara pecinta reptil. Ular hasil persilangan (morph) ini harganya cukup mahal. Di pasaran, harganya bisa tembus Rp 2-4 juta. Jenis ular tersebut tak menyerang manusia. Walau demikian, keberadaanya tentu meresahkan warga. ’’Apalagi sudah ada ternak yang dimakan. Sehingga kami minta betul-betul agar pemilik lebih berhati-hati dan tidak ceroboh,’’ tandasnya. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah