Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, penumpukan kendaraan di jalur dalam kota, tepatnya di jalan Gajah Mada sudah terlihat sejak pukul 08.30 hingga pukul 13.00. Lalu lintas dari dua arah, baik utara maupun selatan sama-sama mengalami peningkatan volume. Bahkan, ribuan kendaraan baik mobil pribadi maupun motor harus rela antre hingga 30 menit untuk bisa lepas dari dari Jembatan Gajah Mada.
’’Saya berangkat dari rumah pukul 09.00 tujuan ke Tarik, Sidoarjo. Namun di jalan Gajah Mada saja sudah habis satu jam, itupun belum bisa lepas,’’ ujar pengendara asal Bangsal, Ensriah, kemarin. Tercatat, kepadatan volume transportasi di jalur keluar-masuk utama dari dan menuju Kota Onde-Onde ini berlangsung selama empat jam. Padahal, petugas Satlantas Polres Mojokerto Kota sudah mengesampingkan pertemuan beberapa arus kendaraan di traffic light dan persimpangan jalan, namun penumpukan kendaraan tetap tak bisa dihindarkan.
’’Kepadatan lalu lintas di dalam kota karena ada pengalihan arus dari bypass yang juga menumpuk di H+1 lebaran kemarin,’’ ujar Kasatlantas Polres Mojokerto Kota, AKP Heru Sudjio Budi Santoso kemarin. Heru menjelaskan, kepadatan kendaraan tersebut tak lepas dari tingginya aktivitas masyarakat dalam melestarikan tradisi lebaran sekaligus menikmati libur lebaran tahun ini.
Yakni unjung-unjung atau bersilaturahmi ke sanak saudara hingga berlibur ke tempat wisata. Hal itu terlihat dari volume tinggi kendaraan, khususnya dari arah Surabaya menuju Jombang di Bypass Mojokerto. Di tambah mudik lokal warga Mojokerto yang membuat penumpukan hingga macet di jalur transnasional tersebut. Bahkan, pertemuan dua arus, yakni antara exit tol Penompo dengan jalur arteri bypass, tepatnya sebelum jembatan Tjiwi Kimia membuat antrean kian mengular hingga 1 kilometer.
’’Pada hari H kemarin aktivitas masih didominasi di sekitar kediaman masyarakat. Namun mulai hari ini (kemarin, Red) dan besok (hari ini, Red) mobilitas warga lebih banyak dihabiskan dengan berkunjung ke saudara di luar daerah, termasuk liburan ke tempat wisata,’’ tambahnya. Beruntung, petugas satlantas baik dari Polres Mojokerto Kota dan Polres Mojokerto saling berkoordinasi merekayasa arus.
Yakni dengan mengesampingkan arus traffic light di simpang empat Mertex untuk dijadikan dua lajur, arah utara dan selatan. Dan juga mengalihkan sebagian arus melewati jalur arteri Mlirip menuju dalam kota. ’’Selain volume yang tinggi, ada pertemuan arus dari dari exit Tol Surabaya-Mojokerto (sumo) dengan jalur arteri. Ditambah ada traffic light di simpang empat mertex,’’ tandasnya.
Meski demikian, Heru mengaku hal itu dikendalikan tanpa ada kemacetan panjang. Selain mengalihkan ke dalam kota, juga mengandalkan rekayasa arus oleh tim pengurai. Dan cara tersebut masih akan berlanjut hari ini mulai pagi hingga siang. Mengingat masa cuti libur Lebaran masih berlaku sampai Selasa (25/4) besok yang diperkirakan juga bakal padat dengan perubahan menjadi arus balik.
’’Masih ada waktu libur sehari yang kemungkinan dimanfaatkan warga dengan liburan ke wisata. Akan kami antisipasi kembali dengan rekayasa dan pengaturan lalin secara manual oleh tim pengurai baik di bypass, tol, maupun dalam kota,’’ pungkasnya. (far/ron)
Editor : Fendy Hermansyah