Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sepekan, Tiga Penemuan Mayat di Kabupaten Mojokerto

Fendy Hermansyah • Kamis, 30 Maret 2023 | 18:20 WIB
Ilustrasi. (ANTARA/HO)
Ilustrasi. (ANTARA/HO)
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Juri, 56, warga Dusun/Desa Sukoanyar, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, ditemukan tergetelak tak bernyawa di sawah miliknya, Selasa (28/3) malam. Petani paro baya itu diduga meninggal akibat penyakit jantung. Dalam sepekan terakhir sudah ada tiga kejadian penemuan mayat.

Cerita penemuan mayat Juni ini bermula dari kecemasan keluarga lantaran korban yang tak kunjung pulang. Korban semula meninggalkan rumah sekitar pukul 15.00. Saat itu, dia berpamitan kepada istrinya, Umi, untuk menengok tanaman padi di sawah. ”Tapi sampai menjelang waktu Magrib, korban tidak kunjung pulang,” kata Kasihumas Polres Mojokerto Iptu Tri Hidayati, kemarin.

Umi lantas meminta bantuan kepada dua tetangganya, Pardi dan Jianto untuk mencari korban ke sawah yang berada di dekat PT Satelit Sriti itu. Kedua saksi pun menemui Lukman Hadiyanto, satpam pabrik agar-agar tersebut apakah sempat melihat korban ke sawah. ”Dari sana diketahui korban berada di sawah dan akhirnya di cek langsung,” imbuhnya.

Betapa kagetnya kedua saksi ketika mendapati korban sudah tergeletak tak bernyawa begitu tiba di sawah sekitar pukul 19.30. Korban dalam posisi telentang dengan satu kaki ditekuk. Kejadian itu segera dilaporkan ke keluarga. Oleh perangkat desa, penemuan mayat ini dilaporkan ke petugas Polsek Ngoro.

Berdasarkan hasil identifikasi polisi, tidak ditemukan bekas kekerasan di tubuh korban. Juri diduga meninggal lantaran penyakitnya kambuh. ”Keterangan dari istrinya, korban sebelumnya memiliki riwayat sakit jantung,” jelasnya. Keluarga menyatakan menerima kematian korban dan menolak dilakukan otopsi. Malam itu juga, jasad korban langsung dimakamkan oleh warga.

Sebelumnya, kasus penemuan mayat sempat menggegerkan warga Dusun Sumberame, Desa Sumberwono, Kecamatan Bangsal, Senin (27/3) sore. Korban diketahui bernama Suhadi, 74, seorang pensiunan marinir asal Dusun Teras, Desa Tambakagung, Kecamatan Puri. Lansia dengan riwayat pikun itu sudah hampir sepekan menghilang dari rumah.

Pada Minggu (19/3), mayat Solikun Aini, warga Dusun Macekan, Desa Ngrandu Lor, Peterongan, Jombang, ditemukan mengambang di aliran sungai Dusun/Desa Jambuwok, Kecamatan Trowulan. Korban merupakan pedagang khuwih. Di lokasi ditemukan sepasang sandal dan motor Kawazaki Kaze R nopol W 5193 SC dengan ronjot miliknya.

Data Jawa Pos Radar Mojokerto,kejadian penemuan mayat selama dua bulan ini cukup marak. Dari 13 Februari-16 Maret, tercatat sudah delapan kali kasus di Kabupaten Mojokerto. Para korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal bahkan membusuk di bengkel, toko, tepi jalan, kamar mandi sekolah, hingga persawahan. Sebagian besar korban diduga meninggal karena penyakit jantung. (adi/ron)

Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #mayat mojokerto #Majapahit #Pemkot Mojokerto #Mojopahit #Pemkab Mojokerto #Penemuan mayat #trawas #mayat #pacet #kerajaan majapahit #Kota Mojokerto #mojokerto #soekarno #trowulan #onde-onde