KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penyerangan terhadap warga di Lingkungan Sinoman Gang V, Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan bersamaan dengan demo di depan Polres Mojokerto Kota, Kamis (9/3) malam, menambah panjang deretan kasus penyeroyokan yang melibatkan pesilat. Bahkan, dalam peristiwa sporadis kemarin, warga setempat turut serta menjadi korban.
Setidaknya lima orang menderita luka dan memar akibat peristiwa tersebut. Termasuk rusaknya sejumlah rumah dan fasilitas umum akibat ulah oknum pesilat tak bertanggung jawab.
Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, tercatat dua orang menderita luka-luka di kepala, yakni satu warga dan satu pesilat dari perguruan lain yang menjadi incaran massa. Sedangkan tiga korban lainnya juga warga sekitar yang menderita luka memar saat akan melerai aksi penyerbuan di kampung mereka.
Mereka langsung dirujuk ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto untuk mendapat perawatan intensif. ’’Kurang lebih tiga sampai empat orang yang menderita luka,’’ ujar Rendy, pemuda setempat.
Sedangkan untuk kerusakan benda dan bangunan, tercatat ada empat rumah dan satu musala yang dirusak. Mulai dari genteng yang pecah, kaca rumah yang porak poranda, hingga etalase dan dua motor yang pecah. Adapula CCTV dan lampu penerangan jalan umum (PJU) yang diduga sengaja dirusak untuk menghilangkan jejak pelaku. ’’Saat penyerangan itu, akses jalan gelap karena memang lampu di depan dan CCTV kayaknya sengaja dirusak dan memory diambil,’’ tambahnya.
Informasi di lokasi, aksi penyerangan tersebut kemarin diawali dengan konvoi motor yang melintas di Jalan Brawijaya, Kota Mojokerto. Sesaat kemudian, tiba-tiba massa yang diduga dari salah satu perguruan silat tiba-tiba merangsek ke perkampungan warga. Mereka seolah mencari mangsa, yakni pesilat dari perguruan lain yang saat itu sedang berlatih rutin. Kedatangan mereka pun mengakibatkan ketakutan dan mengganggu ketenangan warga yang tengah istirahat.
Dengan membawa bebatuan, mereka turut melempari rumah-rumah warga. ’’Tadi itu tiba-tiba muncul gerudukan banyak sekali. Kebetulan saya di dalam rumah dan mereka melempari etalase toko dan dua motor milik anak saya,’’ ujar Siti Mutrofin, warga setempat.
Tak hanya menghujani rumah dengan bebatuan, para pelaku ini juga sempat menganiaya sejumlah orang, dua diantaranya warga setempat dan satu lainnya anggota perguruan silat yang berbeda. ’’Tadi itu kami sedang latihan. Kami juga kaget kok ada konvoi motor suaranya keras. Kami sempat memberikan isyarat damai, tapi tetap saja dikejar dan diserang,’’ ujar RD, anggota pesilat yang sedang latihan.
Aksi baru bisa reda selang 15 menit kemudian. Warga lantas menyelamatkan korban luka untuk di bawa ke rumah sakit. Beberapa saat kemudian, petugas dari Satreskrim Polres Mojokerto Kota dan Polsek Prajurit Kulon datang guna melakukan penyelidikan.
Tim INAFIS Polres langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan beberapa alat bukti. Seperti bebatuan dan kayu. Menanggapi aksi penyerangan tersebut, pihak Satreskrim Polres Mojokerto Kota saat dihubungi belum bisa merespon lebih jauh. Selain masih mengumpulkan bahan dan keterangan, mereka juga harus menunggu laporan resmi dari korban guna melanjutkan proses penyelidikan. ’’Saat ini Ini kami menunggu dari pihak korban apakah sudah melapor atau belum,’’ pungkas Kanit Pidum Satreskrim Polres Mojokerto Kota, Iptu Samsul Arifin. (far/fen)
Editor : Fendy Hermansyah