Fenomena serbuan hewan menyerupai laron ini kerap terjadi di jembatan yang melintang di Sungai Brantas tersebut. Khususnya saat malam hari. Kemarin, keberadaan klaper mulai mengerumuni jembatan sejak pukul 18.00. Hewan klaper itu memenuhi jembatan dan mengganggu pengguna jalan yang melintas. ”Klaper memenuhi dua jalur jembatan yang dari utara dan selatan,” kata Oni, relawan ISM di lokasi.
Hingga pukul 20.30, puluhan pengendara motor tergelincir saat melintas jembatan. Para pengendara itu terjatuh lantaran keberadaan klaper yang memenuhi badan jembatan. ”Jembatannya licin jadi ada sekitar 20 motor yang jatuh, tapi pengendaranya tidak sampai luka-luka,” tuturnya. Tak hanya memicu banyak pemotor jatuh, kepungan klaper juga membuat kendaraan besar mengalami selip.
Oni menyebut, sejumlah relawan bersama petugas kepolisian, BPBD, dan PMI bersiaga di lokasi untuk mengatur arus lalu lintas. Pasalnya, keberadaan klaper menganggu pengguna jalan sehingga memicu kemacetan. Tak hanya di Jembatan Ngrame, serangan klaper juga terjadi di Jembatan Gajah Mada, Kota Mojokerto. Petugas kepolisian bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi munculnya korban. Petugas menyalakan api guna memusnahkan klaper yang menumpuk di tengah persimpangan jalan itu.
Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Djoko Supangkat menyatakan, habitat klaper berasal dari sekitar sungai. Sifat mereka mendekat ke cahaya sehingga berkerumun ke jembatan. Tubuh klaper berminyak sehingga licin dan membuat pengendara terjatuh. ”Biasanya sama teman-teman BPBD disemprot air dan dibakar, karena kalau dibiarkan membuat jalan licin,” tandasnya. (adi/ron)
Editor : Fendy Hermansyah