Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, penyergapan petugas dimulai sejak pukul 18.00. Diawali dengan merangsek arena yang berada seratus meter dari jalan raya Dawarblandong-Kedamean Gresik itu. Namun kedatangan petugas ternyata tak disambut satupun para pelaku judi, alias nihil. Selain tidak ada aktivitas perjudian, polisi juga tak mendapati satupun ayam aduan sebagai barang bukti.
Padahal, sebelumnya petugas sempat mendapati laporan dari masyarakat adanya aktivitas perjudian dalam skala besar. Terbukti, arena judi baru yang ditemukan itu sangat luas. Bahkan, terdapat 4 arena judi sabung ayam dan judi dadu dalam satu lokasi. ’’Kemarin kami mendapat laporan adanya aktivitas judi. Bersama Polda Jatim langsung mendatangi lokasi,’’ terang Kanit Reskrim Polsek Dawarblandong, Aiptu Agus Sodikin.
Nah, untuk mencegah agar aksi perjudian tidak terulang lagi, petugas sengaja memusnahkan arena. Dengan membakar seluruh bangunan yang sebagian besar terbuat dari bambu dan plastik terpal itu. Pemusnahan berlangsung hingga pukul 21.00. Petugas juga menutup akses arena menggunakan ranting pohon. Sebelumnya, petugas dari Polsek Dawarblandong juga sempat menggerebek tiga kali arena sabung di desa lain.
Lagi-lagi, tak satupun pelaku dan barang bukti berhasil disita petugas. ’’Kemarin kami juga sudah mendatangi arena yang lain. Namun yang paling besar justru yang kami musnahkan saat ini),’’ pungkasnya. (far)
Editor : Fendy Hermansyah