KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Luberan sungai Avour Jombok merendam puluhan hektare persawahan di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko. Banjir langganan yang juga sempat merendam rumah dan fasilitas umum (fasum) tersebut mulai surut Jumat (24/2) sore.
Banjir luapan mulai menerjang Kamis (23/2) pagi. Sejumlah bangunan rumah sempat terdampak. Banjir juga merendam gedung Sekolah Dasar (SD) Negeri Tempuran dan Balai Desa Tempuran. Kemarin, banjir di kawasan permukiman tersebut telah surut total. ’’Sebelumnya ada delapan rumah terdampak banjir. Banjir juga masuk ke ruangan kantor SD dan halaman balai desa,’’ jelas Kepala Desa Tempuran Slamet, kemarin.
Kendati di permukiman sudah surut, banjir kini masih merendam lahan pertanian warga. Slamet mengungkapkan, sedikitnya terdapat 30-35 hektare sawah yang masih terendam. Akibatnya, tanaman padi kini terancam mati. ’’Sekarang mulai surut sedikit dibanding sebelumnya. Tapi, tanaman padi semua rusak, soalnya baru tanam sekitar beberapa bulan sudah terendam banjir beberapa hari ini,’’ bebernya.
Menurut dia, banjir langganan ini disebabkan luapan sungai Avour Jombok. Derasnya aliran sungai meluber dari pintu air klep di sisi selatan Dusun Bekucuk. Akibatnya, air menggenangi permukiman dan persawahan warga. ’’Jembatan penghubung jalan usaha tani yang dulu sering jadi pemicu banjir sudah dibongkar, tapi tidak berdampak dan tetap banjir,’’ ungkap dia.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Djoko Supangkat membenarkan banjir yang merendam sawah dan permukiman ini berasal dari luapan sungai Avour Jombok. Kondisi banjir di kawasan hulu yakni Jombang berimbas ke daerah aliran sungai Desa Tempuran. ’’Kiriman dari Jombang dua hari lalu Desa Sumobito, Jombang banjir sehingga imbasnya ke Desa Tempuran dan sekitar,’’ terangnya.
Djoko menyebut, kondisi banjir sudah mulai surut. Petugas BPBD terus disiagakan untuk memantau situasi. Mereka memantau situasi banjir sehingga bisa dilakukan penanganan segera. ’’Tadi pagi sudah dimonitor teman-teman BPBD, sore ini di-update lagi,’’ tandasnya. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah