Korban merupakan Abdul Karim, 54, warga Jalan Cut Nyak Dien, Desa Dinoyo, Kecamatan Jatirejo. Korban seorang diri mengendarai motor Suzuki Smash warna biru bernopol L 2806 ZR. Dia ditemukan sudah tergeletak di tepi jalan sekitar pukul 19.00. ”Ada warga yang memberitahu saya kalau ada orang dan motor tergeletak,” kata Kepala Desa Wonorejo Supriati.
Korban tergeletak di tepi jalan tengah sawah sisi barat. Setelah diperiksa ke lokasi, dipastikan korban sudah tak bernyawa. ”Insyallah pas kami cek korban sudah meninggal karena tidak ada nadi dan mulutnya sudah putih,” imbuhnya. Keberadaan jenazah pria itu segera dilaporkan ke petugas Polsek Trowulan.
Polisi dibantu pihak desa melacak identitas korban melalui kartu identitas yang tersimpan dalam dompet. Saat proses itu, HP korban tiba-tiba berdering. Sebuah panggilan masuk dari temannya. Orang di balik panggilan menanyakan sudah sampai mana dan dijawab oleh polisi kalau korban ditemukan meninggal di jalan sawah.
Supriati menyatakan, jalan tengah sawah tersebut sering menjadi jalur alternatif menuju sejumlah desa di Kecamatan Trowulan. Kendati tanpa penerangan, jalan ini banyak dilalui warga. Malam itu juga, jasad korban dievakuasi PMI Kabupaten Mojokerto ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto, untuk diperiksa lebih lanjut.
Kapolsek Trowulan Kompol Imam Mahmudi menyatakan, berdasarkan identifikasi fisik di lokasi, tida ditemukan bekas kekerasan ditubuh korban. Polisi menduga korban meninggal karena serangan jantung mendadak. ”Korban punya riwayat sakit jantung, diduga dialami saat berkendar sehingga meninggal di lokasi,” terangnya.
Informasi yang diterima pihak kepolisian, korban sehari-hari bekerja sebagai MC orkes dangdut. Saat kejadian, korban hendak menuju kawasan Desa Kejagan untuk rapat kegiatan acara musim tersebut. Atas kejadian tersebut, pihak keluarga tidak menginginkan korban diotopsi. ”Keluarga membuat surat pernyataan kalau sudah mengikhlaskan sehingga langsung dibawa pulang untuk dimakamkan,” tandasnya. (adi/ron)
Editor : Fendy Hermansyah