”Jumat malam sempat tinggi lagi airnya sampai 70 sentimeter. Pagi ini airnya sudah mulai berkurang cukup banyak,” kata Suwari, warga setempat. Tinggi air pada awalnya 70 sentimeter, saat ini sudah surut hingga 30 sentimeter. Sedangkan sebagian warga terlihat sudah mulai membersihkan rumahnya.
Beberapa petugas BPBD Kabupaten Mojokerto masih siaga di wilayah yang terdampak banjir. Meski sudah mulai surut, tak menutup kemungkinan akan ada air kiriman dari wilayah lain sehingga berpotensi air banjir meningkat kembali.
Terlihat pula ada 2 alat pompa air bantuan dari BBWS Brantas. ”Kemarin kami dapat tambahan alat pompa air, guna mempercepat penyedotan air,” tambah Kepala Dusun Gembongan, Nurul Kholis.
Tampak berdiri posko kesehatan dari Puskesmas Modopuro. Pihak puskesmas memberikan fasilitas berupa obat-obatan gratis yang dibutuhkan oleh warga Dusun Gembongan. Selain obat-obatan gratis, pihak puskesmas juga melakukan cek kesehatan pada warga terdampak banjir.
”Kami saat ini mengutamakan obat gatal-gatal,” tutur bidan Desa Puskesmas Modopuro, Tentri Mustika Sari. Memang, pasca banjir perlahan menyisakan dampak kesehatan warga. Air banjir rawan menyebabkan penyakit gatal-gatal.
Bahkan, hal itu dialami anak-anak, warga dewasa dan lansia. ”Mayoritas yang membutuhkan obat-obatan yaitu lansia dan anak-anak”, tambahnya.
Akses jalan desa yang kemarin tak dapat dilewati kendaraan bermotor, saat ini sudah bisa dilalui. Tampak beberapa warga sudah mulai beraktivitas menggunakan kendaraan pribadi.
”Meski sudah bisa dilewati, namun untuk saat ini lebih baik menunggu air benar-benar surut,” terang Nurul Kholis. Hal ini karena masih ada genangan air setinggi 30 sentimeter. Jika warga tetap melalui jalan tersebut, maka gelombang air akan masuk ke rumah warga. (pontas/ris) Editor : Fendy Hermansyah