Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Dapur Terendam, Warga Terdampak Banjir di Mojokerto Konsumsi Nasi Basi

Fendy Hermansyah • Jumat, 10 Februari 2023 | 20:41 WIB
BELUM TERSENTUH BANTUAN: Sutriasih, salah satu warga terdampak banjir di Dusun Gembongan, Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari, Jumat (10/2). (Sofan Kurniawan/JPRM)
BELUM TERSENTUH BANTUAN: Sutriasih, salah satu warga terdampak banjir di Dusun Gembongan, Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari, Jumat (10/2). (Sofan Kurniawan/JPRM)
Gantungkan Bantuan Makanan dari Kerabat dan Teman

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto - Warga terdampak banjir di Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto mengandalkan bantuan makanan dari kerabat dan masyarakat dari tetangga desa. Pasalnya, sejak permukiman warga di Dusun Gembongan terendam mulai dini hari, hingga siang ini belum ada bantuan makanan siap konsumsi.

Linda, 29, warga Desa Salen, Kecamatan Bangsal memilih untuk menjenguk saudaranya di Dusun Gembongan, Desa Jotangan, Jumat (10/2) siang. Selain melihat kondisi kerabatnya yang terimbas banjir, dia juga membawa bekal makanan siap saji. "Kan banyak saudara di sini (Dusun Gembongan). Jadi kirim makanan yang terdampak banjir," ujarnya saat ditemui di lokasi terdampak.

Photo
Photo
BELUM TERSENTUH BANTUAN: Salah satu warga membawa bekal makanan untuk membantu kebutuhan konsumsi warga terdampak banjir di Dusun Gembongan, Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari, Jumat (10/2). (Rizal Amrulloh/JPRM

Hal yang sama juga dilakukan oleh masyarakat di sekitar Desa Jotangan lainnya. Mereka terketuk untuk membantu kerabat dan temannya terdampak banjir dengan mengirim kebutuhan konsumsi. "Bawa roti untuk teman," terang Mujahidin, 50.

Warga Desa Menanggal, Kecamatan Mojosari ini mengaku berinisiatif untuk menilik temannya karena mendapat kabar bahwa rumah kawan semasa sekolahnya itu terimbas banjir sejak Kamis (10/2) malam. "Katanya nggak bisa keluar karena banjir, saya sendiri inisiatif datang ke sini (Dusun Gembongan)," tandasnya.

Sutriasih, 62, warga Dusun Gembongan, Desa Jotangan mengaku tidak bisa melakukan aktivitas sejak rumahnya terendam banjir sejak malam kemarin. Termasuk untuk memenuhi kebutuhan makanan. "Nggak bisa masak, terutama saya butuh nasi untuk makan," ungkapnya.

Pagi tadi, Sutriasih terpaksa mengkonsumsi nasi sisa untuk mengisi perut kosongnya. "Dapurnya terendam, terus elpiji terapung guling-guling gitu. Terpaksa tadi makan nasi basi, nasi kemarin, nggak apa-apa lah," ulasnya.

Photo
Photo
BELUM TERSENTUH BANTUAN: Sutriasih, salah satu warga terdampak banjir di Dusun Gembongan, Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari, Jumat (10/2). (Sofan Kurniawan/JPRM)

Meski sebagian warga memilih untuk mengungsi, namun dia mengatakan tetap bertahan dengan berharap banjir bisa segara surut. Dari pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, dapur umum baru dipersiapkan di Balai Desa Jotangan siang ini untuk memenuhi kebutuhan makanan warga terdampak banjir. (ram) Editor : Fendy Hermansyah
#banjir jotangan #Majapahit #korban banjir #banjir #mojokerto banjir #banjir mojosari #trawas #pacet #kerajaan majapahit #nasi kemarin #nasi basi #wisata mojokerto #kuliner mojokerto #batik mojokerto #soekarno #trowulan #banjir mojokerto #onde-onde