MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto - Warga terdampak banjir di Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto mengandalkan bantuan makanan dari kerabat dan masyarakat dari tetangga desa. Pasalnya, sejak permukiman warga di Dusun Gembongan terendam mulai dini hari, hingga siang ini belum ada bantuan makanan siap konsumsi.
Linda, 29, warga Desa Salen, Kecamatan Bangsal memilih untuk menjenguk saudaranya di Dusun Gembongan, Desa Jotangan, Jumat (10/2) siang. Selain melihat kondisi kerabatnya yang terimbas banjir, dia juga membawa bekal makanan siap saji. "Kan banyak saudara di sini (Dusun Gembongan). Jadi kirim makanan yang terdampak banjir," ujarnya saat ditemui di lokasi terdampak.
Hal yang sama juga dilakukan oleh masyarakat di sekitar Desa Jotangan lainnya. Mereka terketuk untuk membantu kerabat dan temannya terdampak banjir dengan mengirim kebutuhan konsumsi. "Bawa roti untuk teman," terang Mujahidin, 50.
Warga Desa Menanggal, Kecamatan Mojosari ini mengaku berinisiatif untuk menilik temannya karena mendapat kabar bahwa rumah kawan semasa sekolahnya itu terimbas banjir sejak Kamis (10/2) malam. "Katanya nggak bisa keluar karena banjir, saya sendiri inisiatif datang ke sini (Dusun Gembongan)," tandasnya.
Sutriasih, 62, warga Dusun Gembongan, Desa Jotangan mengaku tidak bisa melakukan aktivitas sejak rumahnya terendam banjir sejak malam kemarin. Termasuk untuk memenuhi kebutuhan makanan. "Nggak bisa masak, terutama saya butuh nasi untuk makan," ungkapnya.
Pagi tadi, Sutriasih terpaksa mengkonsumsi nasi sisa untuk mengisi perut kosongnya. "Dapurnya terendam, terus elpiji terapung guling-guling gitu. Terpaksa tadi makan nasi basi, nasi kemarin, nggak apa-apa lah," ulasnya.
Meski sebagian warga memilih untuk mengungsi, namun dia mengatakan tetap bertahan dengan berharap banjir bisa segara surut. Dari pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, dapur umum baru dipersiapkan di Balai Desa Jotangan siang ini untuk memenuhi kebutuhan makanan warga terdampak banjir. (ram) Editor : Fendy Hermansyah