Korban adalah Rizki Nugrahadi, 31, warga Desa Kesemen, Kecamatan Ngoro. Insiden yang dialami buruh pabrik keramik yang sudah bekerja lebih dari dua tahun itu terjadi sekitar pukul 15.46 Selasa (27/12). Saat kejadian, pabrik tengah memproduksi keramik seperti biasa.
Di tengah gemuruh mesin produksi, tiba-tiba Rizki yang berada di board desk atas berteriak kesakitan. Sembari merintih kesakitan, korban berupaya menuruni tangga meminta pertolongan. Joko Purnomo, rekan korban, yang mendapati Rizki menuruni tangga dalam kondisi tangan kanan terputus sebahu langsung menolongnya. "Saat kejadian korban berada di atas, di bagian mesin konveyor, sendirian. Sedangkan saksi dan rekannya berada di bawah," ungkap Kapolsek Ngoro Kompol Subiyanto, Rabu (28/12).
Sembari menolong korban, Joko lantas meminta karyawan lainnya untuk mematikan sementara mesin produksi. Dalam kondisi pendarahan, saat itu juga Rizki langsung dilarikan ke RS Mawaddah Medika. Sedangkan karyawan lainnya membantu mencari potongan tangan korban. Yang akhirnya ditemukan di atas konveyor sisi utara.
Nahas, setelah beberapa saat mendapat perawatan medis, nyawa korban tak tertolong. "Korban meninggal setelah mendapat perawatan di rumah sakit. Diduga karena pendarahan yang dialami," terangnya. Dijelaskannya, belum diketahui persis kejadian yang mengakibatkan tangan korban terputus itu. Sebab, saat itu Rizki tengah berada di bagian mesin konveyor seorang diri. Diduga, tangan kanan korban terjepit mesin pengangkut material keramik saat proses produksi.
"Setelah kami lakukan olah TKP, dugaan sementara, tangan korban terjepit roll drum konveyor pengisian mesin ball mill hingga terputus," sebut kapolsek. Oleh petugas dan pihak pabrik, jasad korban lantas dievakuasi ke RS Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek untuk divisum sebelum diserahkan ke pihak keluarga. (vad) Editor : Fendy Hermansyah