PUNGGING, Jawa Pos Radar Mojokerto - Warga Desa Ngrame, Kecamatan Pungging, digegerkan dengan penemuan mayat, kemarin siang. Mayat pria itu ditemukan mengapung di aliran Sungai Brantas. Kepolisian tengah menelusuri identitas korban yang masih misterius tersebut.
Kali pertama, mayat tanpa identitas tersebut ditemukan di pintu air Rolak Songo sekitar pukul 07.00. Kondisinya mengambang terlentang dan hanya mengenakan kemeja warna biru dongker. Sedang, tubuh bagian bawah tanpa busana. Mayat korban mengambang di antara tumpukan sampah. ’’Tadi mayat korban sempat tersangkut di pintu 1 Rolak Songo,’’ ujar Aden, salah seorang relawan.
Derasnya aliran Sungai Brantas membuat mayat hanyut mengikuti arus. Mayat misterius itu terbawa arus melintasi wilayah Mojoanyar dan Mojosari. Hingga akhirnya mayat tersangkut di sisi utara Jembatan Sungai Brantas Desa Ngrame sekitar pukul 11.00. Oleh kelompok relawan, korban lantas ditepikan ke bibir sungai hingga menunggu petugas kepolisian tiba di lokasi.
’’(Mayat) ditepikan di bawah Jembatan (Sungai Brantas) Ngrame,’’ sebutnya. Tiba di lokasi, petugas Polsek Pungging bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Mojokerto langsung melakukan olah TKP. Diduga, mayat sudah meninggal hampir sepekan terakhir lantaran dalam kondisi membusuk. ’’Diduga korban sudah meninggal lebih dari tiga hari lalu, hampir seminggu,’’ ungkap Kanit Reskrim Polsek Pungging Ipda Bambang Sunandar.
Oleh petugas, mayat dievakuasi ke RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong untuk divisum. Hanya saja, lanjut Bambang, petugas belum berhasil mengidentifikasi identitas korban saat melakulan tes sidik jari. ’’Tadi korban sudah kita lakukan sidik jari, tapi belum berhasil. Masih belum diketahui identitasnya. Kemungkinan ini nanti akan diotopsi,’’ urai Bambang. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah