Hingga Minggu (27/11) petang, kelompok relawan Welirang Community Rescue mencatat, setidaknya terdapat dua insiden kecelakaan tunggal yang terjadi di sepanjang jalur alternatif Mojokerto–Batu tersebut. Dua wisatawan berboncengan asal Desa Dukuh Klopo, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, mengalami kecelakaan di sekitar pintu masuk Wisata WET Sendi 2 sekitar pukul 12.45.
Diduga mengalami rem blong, motor matic yang dikendarai korban hingga menabrak dua motor lain yang tengah melaju di depannya. ”Diduga motornya mengalami rem blong. Karena motor korban sempat hilang kendali sebelum menabrak kendaraan di depannya,” ungkap Made Zakaria, anggota relawan Welirang Community Rescue. Kedua muda-mudi tersebut langusung tersungkur di usai terlibat kecelakaan.
Beruntung, keduanya hanya mengalami luka ringan. ”Pengemudinya luka ringan di tangan dan kaki. Sedangkan penumpang, yang perempuan, ini luka kepalanya. Langusng kami evakuasi ke RSUD Sumberglagah Pacet untuk mendapat penanganan,” bebernya. Peristiwa nahas yang membayangi wisatawan tersebut tak berhenti sampai di situ. Selang beberapa menit, sekitar pukul 13.20, kecelakaan kembali terjadi.
Ibu dan anak asal Desa/Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang, tersungkur dari motor matic yang dikendarainya di jalur turunan sekitar Cafe Pendopo Hasmoro. ”Anaknya luka dibagian kepala. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, langsung kami evakuasi ke RSUD Sumberglagah Pacet,” sebut Zakaria. Pemicu kecelakaan ibu dan anak tersebut tak lain akibat gagalnya sistem pengereman motor.
Hal tersebut masih menjadi momok bagi pengguna motor matic yang melintas di jalur turunan curam tersebut. Terlebih, bagi mereka yang kurang menguasi medan. Pihak terkait tengah berupaya menelurkan solusi konkret guna memutus kejadian kecelakaan yang dipicu rem blong tersebut. Saat ini, sejumlah rambu imbauan dan peringatan telah dipasang sepanjang jalan provinsi tersebut. (vad/ron)
Editor : Fendy Hermansyah