Dugaan aksi penganiayaan itu menimpa WD, 16. Pemuda asal Kesamben, Jombang, itu ditemukan warga sudah dalam kondisi tak sadarkan diri di area air mancur Taman Hutan Kota, sekitar pukul 20.30.
Korban tergeletak dengan kondisi wajah penuh darah. Dia ditinggalkan oleh teman-temannya yang kabur ketika warga berdatangan ke lokasi. "Ada sekitar enam orang yang langsung pergi berboncengan motor dan lari," kata seorang warga di lokasi Selasa malam.
Saat itu, warga terhenyak mendengar kegaduhan dari arah taman. Mereka juga mendengan ada yang berteriak. Keributan itu membuat warga berbondong-bondong datang. Di lokasi, yang ditemukan hanyalah korban yang sudah dalam kondisi terkapar. "Luka-luka di mata kiri, pelimpis, dan pipi. Sepat pingsan terus sadar," terangnya.
Luka itu diderita korban akibat penganiayaan. Remaja bertubuh gemuk itu disebut dipukuli menggunakan kunci ring. Besi itu ditinggal tergeletak di lokasi. "Tadi katanya ada juga yang bawa gir besi. Tidak tahu siapa yang memukul dan penyebabnya apa," tuturnya. Terduga pelaku penganiayaan diduga juga kabur.
Mengingat kondisi korban yang terluka, warga lantas melapor ke PMI Kota Mojokerto. Kotban dievakuasi ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto, menggunakan ambulance. "Ini tadi dievakuasi ke rumah sakit anaknya masih linglung," kata Wiliam, petugas PMI Kota Mojokerto.
Petugas kepolisian dari Polsek Prajurit Kulon dan Satsabhara Polres Mojokerto Kota telah turun ke lokasi untuk memeriksa tempat kejadian perkara (TKP). Barang bukti besi kunci ring juga telah diamankan kepolisian.
Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, sekitar pukul 23.45, korban bersama keluarganya telah tiba di Mapolsek Prajurit Kulon dari rumah sakit. Salah satu matanya tampak diperban dan pipinya terluka.
Informasinya, korban dihantam dengan besi sebanyak dua kali. Korban diarahkan ke Polres Mojokerto Kota untuk membuat laporan terkait dugaan penganiayaan yang dialaminya.
Pantauan di Taman Hutan Kota Rabu (26/10) dini hari, tampak ceceran darah korban masih membekas di TKP. Di area air mancur, sebuah gesper ikat pinggang tampak tertinggal.
Kapolsek Prajurit Kulon Kompol M Sulkan membenarkan adanya dugaan aksi penganiayaan terhadap anak di bawah umur tersebut. Menurutnya, korba diarahkan untuk melapor ke polresta. "Iya, tadi ada kejadian penganiayaan. Karena masih di bawah umur kami arahkan membuat laporan ke polresta," jelasnya. Belum diketahui motif penganiayaan ini. (adi/fen) Editor : Fendy Hermansyah