Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Cerita Warga Kota Mojokerto: Dikira Nyambik, Ternyata Buaya Muara

Fendy Hermansyah • Sabtu, 22 Oktober 2022 | 19:57 WIB
DIEVAKUASI: Petugas Damkar Kota Mojokerto mengamankan buaya muara yang dirawat di rumah warga setelah ditemukan dari selokan, kemarin (21/10). (Yulianto Adi Nugroho/JPRM)
DIEVAKUASI: Petugas Damkar Kota Mojokerto mengamankan buaya muara yang dirawat di rumah warga setelah ditemukan dari selokan, kemarin (21/10). (Yulianto Adi Nugroho/JPRM)
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Empat hari terakhir, seekor buaya muara muncul di tengah permukiman Lingkungan Sumolepen Gang Sawah, Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Buaya sepanjang satu meter lebih dengan berat sekitar tiga kilogram itu ditangkap warga dari selokan.

Penangkapan buaya berlangsung Selasa (18/10) malam. Binatang reptil itu tak sengaja ditemukan Musrifin, 60, warga setempat. Ketika melintas di jalan sekitar pukul 19.00, dia melihat buaya tersebut berada di selokan yang arusnya sedang deras.

’’Awalnya saya kira nyambik (biawak). Terus saya panggil orang-orang. Pas didekati muncul moncongnya ternyata buaya. Saya langsung kaget,’’ ceritanya, ditemui Jumat (21/10). Musrifin menyadari binatang yang hanyut di sekolah itu merupakan seekor buaya dari bentuk moncongnya yang panjang.

Warga yang sudah berkumpul kemudian berusaha menangkap buaya tersebut. Di samping gesit, arus selokan yang sedang deras akibat guyuran hujan membuat proses penangkapan buaya cukup sulit. ’’Masih gerimis juga waktu itu. Buayanya ikut hanyut terus muncul, hanyut lagi begitu,’’ tuturnya.

Sekitar pukul 23.00, buaya tersebut akhirnya berhasil ditangkap warga dengan tangan kosong. Buaya sepanjang 1,2 meter itu kemudian diamankan ke rumah Muhammad Purwanto, 32, warga setempat. Hingga Jumat (21/10) siang, buaya dirawat dalam akuarium. ”Dikasih makan tidak mau. Rencananya mau dijual kalau ada yang beli,’’ imbuhnya.

Kemunculan buaya di tengah permukiman kota ini sempat membuat takut warga. Kendati tak ada warga yang dilukai, mereka resah karena buaya ini berukuran cukup besar. Beratnya diperkirakan mencapai tiga kilogram. ’’Di sini banyak anak kecil. Kami khawatir,’’ kata Musrifin. Warga mengaku tidak tahu pasti asal mula buaya. Diduga binatang dilindungi itu hanyut terbawa arus saluran air setelah hujan deras.

Kemarin, petugas Damkar Kota Mojokerto turun ke lokasi untuk mengecek keberadaan buaya tersebut. Oleh damkar, buaya kemudian dievakuasi dan warga diberi uang ganti sebesar Rp 200 ribu. Buaya itu akan diserahkan ke tim BBKSDA Jatim.

’’Karena termasuk binatang dilindungi, kalau dirawat atau dijual takutnya menyalahi aturan jadi kami laporkan ke BBKSDA untuk diambil. Kalau warga kami beri uang Rp 200 ribu untuk pengganti,’’ jelas Komandan Regu Damkar Kota Mojokerto Suyitno. (adi/ron)

Editor : Fendy Hermansyah
#nyambik #kota #muara #warga #buaya #mojokerto #permukiman