Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Penutupan Jalur Pendakian Empat Gunung Diperpanjang

Fendy Hermansyah • Rabu, 19 Oktober 2022 | 14:56 WIB
DITUTUP: Penutupan Wisata Bukit Watu Jengger, Dusun Nawangan, Desa Tawangrejo, Kecamatan Jatirejo, diperpanjang terimbas cuaca ekstrem.
DITUTUP: Penutupan Wisata Bukit Watu Jengger, Dusun Nawangan, Desa Tawangrejo, Kecamatan Jatirejo, diperpanjang terimbas cuaca ekstrem.
Potensi Cuaca Ekstrem Meningkat Sepekan ke Depan

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Penutupan sejumlah jalur pendakian di wilayah Taman Hutan Raya (Tahura) R Soerjo diperpanjang. Wisata pendakian di Gunung Welirang, Arjuno, Pundak, dan Bukit Watu Jengger masih ditutup hingga 22 Oktober mendatang. Menyusul hasil prakiraan dan analisa BMKG Juanda akan masih tingginya potensi cuaca ekstrem dalam waktu dekat.

Kepala UPT Tahura R Soerjo Ahmad Wahyudi menerangkan, penutupan sementara jalur pendakian empat gunung diperpanjang. Yang sebelumnya terhitung sejak 9 Oktober hingga 15 Oktober, kini diperpanjang sampai 22 Oktober mendatang. Bukan tanpa sebab, pihaknya mengacu pada hasil analisa dan prakiraan BMKG Juanda. Yang memprakirakan cuaca ekstrem di wilayah Mojokerto bakal terus terjadi hingga pekan depan.

’’Perpanjangan penutupan ini kami tetap mengacu hasil analisa dan himbauan dari BMKG Juanda. Saat ini memang curah hujan di atas (wilayah Tahura) masih tinggi bahkan sebagian terjadi badai,’’ ungkapnya, kemarin. Praktis, untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tak diinginkan, pihaknya memperpanjang penutupan sementara tersebut. Hal itu, lanjut Wahyudi, otomatis menimbulkan sejumlah dampak. Salah satunya, anjloknya pemasukan kunjungan wisatawan seiring diperpanjangnya penutupan.

’’Memang kalau seperti ini pemasukan jadi berkurang. Namun itu bukan prioritas. Kami kan istilahnya penyedia wisata untuk masyarakat, jadi keselamatan masyarakat atau pengunjunglah yang diutamakan,’’ bebernya. Dia menerangkan, ada dampak positif disamping diperpanjangnya penutupan tersebut. Yakni semakin panjangnya masa pemulihan ekosistem hutan tanpa terjamah aktivitas pendakian.

’’Jadi ini sekaligus memulihkan upaya pemulihan untuk menjaga keseimbangan ekosistem juga. Karena aktivitas manusia, termasuk pendakian, di hutan lindung bisa menimbulkan pengerusakan lingkungan juga,’’ papar Wahyudi.

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan penutupan sementara bakal diperpanjang untuk kali kedua. Mengingat, saat ini tengah memasuki masa pancaroba. ’’Kami mengikuti himbauan dari BMKG Juanda. Ketika potensi cuaca ekstrem terus terjadi, bisa saja penutupan diperpanjang. Karena memang ketika musim hujan kami lebih sering tutup,’’ tandasnya.

Terpisah, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Juanda Teguh Tri Susanto menerangkan, kondisi dinamika atmosfer di wilayah Jawa Timur, termasuk Mojokerto, signifikan berpotensi terjadi cuaca ekstrem hingga 22 Oktober mendatang. Faktornya, mulai dari terjadi pola belokan angin serta perlambatan kecepatan angin yang bisa meningkatkan pertumbuhan hujan.

Menyusul adanya fenomena gelombang atmosfer equatorial rossby dan terjadi anomali suhu muka laut di perairan Jawa Timur. Antara +0.5 hingga +2.5 derajat celsius yang membuat suplai uap air di atmosfer meningkat. ’’Fenomena tersebut mempengaruhi pembentukan awan cumulonimbus yang intens dan berpotensi mengakibatkan cuaca ekstrem. Seperti hujan lebat, angin kencang, puting beliung, hingga fenomena hujan es. Diprakirakan kondisi ini berlangsung hingga sepekan ke depan,’’ ungkapnya , saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Mojokerto, kemarin.

Sehingga, pihaknya mengimbau agar masyarakat melakukan upaya mitigasi akan potensi terjadinya bencana hidrometeorologi di penjuru wilayah. Baik dari membersihkan saluran irigasi dan sungai hingga perantingan pohon. ’’Baliho semi permanen juga perlu ditertibkan karena berisiko tersapu angin kencang dan bisa membahayakan warga sekitar,’’ tandas Teguh. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
#empat #Jalur #diperpanjang #gunung #pendakian #penutupan