KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kebakaran hutan Perhutani di wilayah BKPH Kemlagi, Kamis (29/9) diduga karena kesengajaan. Api menghanguskan lahan seluas kurang lebih tiga hektare. Proses pemadaman berlangsung hingga malam.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Djoko Supangkat menjelaskan, kebakaran hutan dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.15. Api diketahui muncul dari petak 32d RPH Simo BKPH Kemlagi KPH Mojokerto. ”Kebakaran ini terlihat dari Jalan Raya Kemlagi-Mantup. Laporan kebakaran dari masyarakat setempat yang melintas,” terangnya.
Menurut Djoko, akibat kejadian ini sekitar tiga hektare hutan terbakar. Kebakaran menyasar sampah daun jati dan ilalang di antara tanaman pohon jati. ”Tafsir kerugian masih dalam penghitungan,” imbuh dia. Disebutnya, proses pemadaman kebakaran berlangsung hampir lima jam. Tim BPBD bersama Perhutani dan Polri/TNI terjun ke lokasi melakukan pemadaman secara manual.
Hingga pukul 19.20, api dipastikan telah padam sehingga tidak merambat ke lahan sekitarnya. Djoko menyatakan penyebab kebakaran di wilayah perbatasan Kecamatan Kemlagi dan Kecamatan Dawarblandong ini diduga kuat karena kesengajaan. Menurut dia, sumber api kemungkinan besar muncul karena aktivitas pembakaran sampah daun atau ilalang. ”Tidak mungkin karena putung rokok atau terbakar sendiri. Sudah pasti memang sengaja dibakar. Entah orang iseng karena melihat tumpukan sampah atau lainnya,” jelas dia, kemarin (30/9).
Pihaknya meminta seluruh pihak mewaspadai potensi kebakaran hutan. Terlebih saat musim panas seperti ini. Langkah-langkah pencegahan terus dilakukan antara lain dengan membentuk tim satgas karhutla Kabupaten Mojokerto yang terdiri dari berbagai instansi.
Saat kejadian kebakaran, pihak kepolisian dari Polsek Kemlagi dan Polsek Dawarblandong menyatakan api telah berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa. Senada juga diungkapkan Humas KPH Mojokerto Dwi Wahyono. ”Sudah dipadamkan sama teman-teman di lapangan,” terangnya. (adi/ron)
Editor : Fendy Hermansyah