Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Mahasiswa Hilang di Bukit Krapyak Pacet, Mojokerto Ditemukan

Fendy Hermansyah • Selasa, 27 September 2022 | 22:11 WIB
SIAGA: Tim SAR gabungan tengah bersiaga menunggu proses evakuasi rampung di kawasan Air Terjun Grenjengan, Pacet, Kabupaten Mojokerto. (Martda Vadetya/Jawa Pos Radar Mojokerto)
SIAGA: Tim SAR gabungan tengah bersiaga menunggu proses evakuasi rampung di kawasan Air Terjun Grenjengan, Pacet, Kabupaten Mojokerto. (Martda Vadetya/Jawa Pos Radar Mojokerto)
PACET, Jawa Pos Radar Mojokerto - Raffi Dimas Baddar, 20, mahasiswa semester III Fakultas Teknik Universitas Wijaya Putra Surabaya yang hilang misterius di Wisata Bukit Krapyak akhirnya ditemukan. Tim SAR gabungan menemukan Dimas di kawasan Sungai Kretek dalam kondisi meninggal dunia.

Komandan Tim Basarnas Surabaya Octavino mengatakan, kali pertama Dimas ditemukan sekitar pukul 10.45 Selasa (27/9). Dimas ditemukan 1,96 km dari Bukit Krapyak tempat terakhir korban terlihat. "Korban ditemukan dalam kondisi meninggal di dasar air terjun kering di Sungai Kretek," ungkapnya, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Mojokerto.

Informasi yang berhasil dihimpun, titik lokasi korban ditemukan sekitar 50 meter di dasar jurang. Belum diketahui pasti, kronologi penyebab korban ditemukan dalam kondisi meninggal.

Penemuan pemuda asal Desa Pekoren, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, itu setelah sebelumnya Tim SAR gabungan mendapati barang bawaan korban. Saat meninggalkan perkemahan Minggu (11/9) lalu.

"Senin (26/9) search and rescue unit (SRU) 1 menemukan sandal selop warna hitam yang identik dengan barang bawaan korban ketika dilaporkan lost contact. Lokasinya tidak jauh dari penemuan korban," bebernya.

Kini, lanjut Vino, tim SAR gabungan yang tergabung dalam pencarian mandiri itu tengah melakukan serangkaian proses evakuasi. Melihat kondisi geografis lokasi, proses evakuasi korban bakal dilakukan secara vertikal. Yakni dengan teknik single rope technique (SRT).

"Saat ini sedang dilakukan proses evakuasi dari dasar jurang dengan menggunakan teknik SRT. Kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Operasi SAR Krapyak 2.0 ini kami sampaikan penghargaan dan terima kasih setinggi-tingginya," tandas Vino. (vad/fen) Editor : Fendy Hermansyah
#bukit krapyak pacet #mahasiswa hilang