Peristiwa nahas itu dialami Radita Aris Dwi Firmansyah, 16, warga Dusun Sukomulyo, Desa Tanjungan, Kecamatan Kemlagi. Mulanya, pelajar SMK kelas IX itu datang bersama seorang temannya sekitar pukul 08.00. Selama sekitar satu setengah jam, keduanya memancing ikan di sendang tersebut. ”Setelah itu mereka mandi,” kata Kanitreskrim Polsek Kemlagi Aiptu Kusbiantoro, kemarin.
Saat keduanya sedang mandi itulah, insiden nahas terjadi. Radita yang semula berenang di tengah sendang tidak muncul kembali. Teman korban yang berada di bagian tepi sendang pun berusaha meminta pertolongan. ”Dia teriak-teriak meminta tolong dan warga datang menolong,” jelasnya. Bersama puluhan warga, petugas Polsek Kemlagi langsung terjun ke lokasi untuk melakukan pencarian.
Tubuh korban berhasil diangkat ke permukaan selang beberapa menit kemudian. Korban yang sudah tampak lemas segera dilarikan ke Puskesmas Kemlagi. Namun, hasil pemeriksaan medis, korban dinyatakan sudah meninggal. ”Korban meninggal akibat tenggelam,” terang Kusbiantoro.
Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan, korban tenggelam di kedalaman air sekitar lima meter. Dia diduga hanyut saat sedang mandi lantaran tidak bisa berenang. Polisi mengamankan sejumlah alat bukti dari lokasi kejadian. Seperti pakaian korban, ember, dan lumut pakan ikan.
Setelah kejadian tersebut, pihak keluarga korban meminta untuk langsung dimakamkan. Mereka menerima kematian korban dan tidak menuntut secara hukum. ”Pihak korban juga menolak untuk dilakukan otopsi,” tandasnya.
Peristiwa yang menimpa Radita kemarin menambah daftar panjang korban tenggelam selama tahun ini. Sembilan bulan terakhir, tercatat sudah ada lima kejadian anak-anak tenggelam. Aril, bocah SD kelas 3 tewas tenggelam di kubangan air di Dusun Kemiri, Desa Kedungsari, Kecamatan Kemlagi, 14 Agustus lalu. Korban tenggelam saat mencari ikan bersama teman-temannya.
Sedangkan, pada 4 Februari, Satria Adi Wicaksono, 9, ditemukan tewas setelah dua jam terseret arus Kali Anyar, Dusun Pelabuhan, Desa Canggu, Kecamatan Jetis. Bocah asal Dusun Pecuk, Desa Ngabar, Kecamatan Jetis itu diduga hanyut saat bluron bersama empat kawannya.
Sementara, pada 30 Januari, dua bocah tenggelam saat bermain di Sungai Desa Mojopilang, Kecamatan Kemlagi Edy, 8, pelajar kelas II MI Darul Mutaalim ditemukan dalam kondisi tewas dan satu lainnya, Rico, 8, kritis. Keduanya hanyut saat bermain seluncuran di sungai. (adi/ron)
Editor : Fendy Hermansyah