SMK Mutia Diapresiasi Cabdindik dan Kemendikdasmen 

Indah Oceananda • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 05:38 WIB

 

MOTIVASI: Kepala Cabdindik Jatim Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto Pinky Hidayati memberikan sambutan.
MOTIVASI: Kepala Cabdindik Jatim Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto Pinky Hidayati memberikan sambutan.

SEMENTARA itu, Kepala Cabdindik Jatim Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto Pinky Hidayati mengapresiasi langkah SMK Mutia sebagai pionir di Mojokerto. ”Kegiatan uji sertifikasi dan uji kompetensi di SMK Mutia ini merupakan upaya luar biasa untuk memberikan peluang lebih baik bagi siswa,” kata Pinky. Ia menilai orang tua tidak salah menyekolahkan anaknya di SMK Mutia yang selalu membuat gebrakan baru. 

Perwakilan Direktorat SMK Kemendikdasmen RI Adrianus Patiung menambahkan, jika ijazah menunjukkan penyelesaian sekolah, sertifikasi menyatakan individu telah diuji dan dinyatakan kompeten dengan standar nasional. ”Ijazah itu seperti menyelesaikan sekolah, sertifikasi itu seperti SIM. Bisa mengendarai motor saja tidak cukup, butuh legitimasi,” ujar Adrianus. 

Ia mengungkapkan, dari 14.000 SMK dengan hampir 5 juta murid di Indonesia, sebanyak 150.000 siswa menjadi sasaran program sertifikasi tahun ini. Selain itu, tersedia sertifikasi bahasa asing gratis. ”Asesor mencari yang bekerja secara standar, urut, aman, dan rapi, bukan yang tercepat. Jika belum kompeten itu bukan aib, melainkan peta untuk tahu area yang perlu dilatih lagi,” tandasnya. 

Ia menjelaskan, pada Agustus 2026, Direktorat SMK Kemendikdasmen RI meluncurkan ekosistem DigiSkill Bench, yakni rekam jejak digital kompetensi siswa sejak kelas 10. ”Industri dapat langsung melihat kompetensi siswa tanpa perlu banyak bertanya. DigiSkill Bench akan membantu siswa menjawab pertanyaan kamu bisa apa? dengan bukti yang tenang dan bermutu,” pungkasnya. (oce/ris)

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
SMK Mutia Mojokerto Kemendikdasmen RI cabdindik mojokerto